oleh

VRP Korbankan Sekolah Demi Mengurus Kedua Adiknya

-SOSIAL-70 views

SulutTimes, Sulut : Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) langsung bergerak cepat melakukan perawatan bagi VRP (13), ZAT (6), dan ASP (1),  3 orang Anak yang ditinggalkan ibunya di Kecamatan Tuminting Kota Manado yang mendadak viral di media sosial beberapa hari ini.

Gubernur Sulut Olly Dondokambey langsung menginstruksikan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Pemprov Sulut untuk menangani langsung perawatan ketiga anak tersebut.

Tim Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Provinsi Sulawesi Utara langsung mengunjungi ketiga anak tersebut, jumat (1/3/2019) . Ketiga anak langsung dijemput dan diberi perawatan. 

VRP  dan ZAT langsung dibawa ke Shelter P2TP2A, sedangkan ASP dirujuk ke RS Wolter Monginsidi karena mengalami sakit demam.

Baca Juga  Ekspedisi Saroja Bangkitkan Kebahagiaan di Tengah Bencana

Kadis DP3A Pemprov, Mieke Pangkong melalui Kepala Seksi Penanganan Perempuan Korban Kekerasan, Meiga Sondakh Sabtu (02/03/2019) mengatakan ASP kini telah dirawat di rumah sakit dan ditemani kerabat ibunya dan hasil pemeriksaan dokter kondisi kesehatan ASP normal namun hanya kekurangan asupan makanan.

Menurut Sondakh, untuk mencari keberadaan ibu ketiga anak, pihak Dinas DP3A Pemprov Sulut telah berkoordinasi dengan pihak keamanan. “Kami melapor ke Polres Manado, untuk mencari Ibu ketiga anak tersebut,” katanya.

Diketahui VRP, ZAT dan ASP merupakan anak dari NP alias Novi warga Kelurahan Tuminting, Kecamatan Tuminting Kota Manado.

Ketiga anak tersebut ditinggal ibunya di rumah dan sang Kakak VRP harus mengurus kedua adiknya sendirian apalagi adiknya yang bungsu, ASP dalam kondisi sakit.

Baca Juga  42 KK Desa Koyawas Cair BLT Tahap II

VRP mengungkapkan ibunya keluar rumah untuk bekerja minggu lalu dan sampai saat ini tidak kembali.sehingga dia harus mengurusi kedua adiknya sendirian.

“Ibu pamit dengan alasan pergi kerja, tapi sampai sekarang tidak pulang ke rumah. Saya ambil uang tabungan saya 44 ribu rupiah untuk membeli beras dan masak nasi di kompor gas,” ungkapnya.

VRP yang masih duduk di Sekolah Dasar (SD) mengaku terpaksa harus berhenti sekolah karena harus mengurus adik-adiknya yang masih kecil.

Komentar