Makna Natal : “Kasih Yang Tulus, Tetap Sederhana dan Rendah Hati”

Saat menyambut Natal, umat Kristiani tak lupa mempersiapkan segala sesuatunya dengan detail, mulai dari dekorasi rumah yang cantik, acara tukar kado sampai sajian kue kering yang enak.

Jangan lupakan makna Natal yang sesungguhnya ya. Kerena Natal gak hanya ucapan formalitas atau tukar kado, melainkan punya arti yang lebih daripada itu.

Berikut ini lima hal yang patut kamu ingat dari perayaan Natal, supaya hari Natal gak cuma jadi perayaan setahun sekali tanpa meninggalkan makna apa-apa :

  1. Natal adalah sukacita besar yang Tuhan karuniakan kepada manusia. Natal adalah hari yang penuh kegembiraan, karena Yesus Kristus telah lahir ke dunia. Yesus lahir untuk membawa damai dan mengajarkan kasih kepada sesama manusia, sebab itu Natal menjadi sukacita yang besar.  Sudah sepatutnya, momen Natal digunakan untuk merefleksikan diri akan karunia yang nyata dengan lahirnya Yesus ke dunia.
Baca Juga  Gelar Baksos dan Workshop di Desa Warembungan, DPD KNPI Minahasa : “Bersinergi Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat”

2. Natal mengajarkan kita untuk berbagi dan peduli kepada sesama

Perayaan Natal juga sebagai pengingat untuk peduli kepada sesama. Jika kamu memiliki rezeki berlebih, alangkah baiknya jika berbagi dengan saudara kita yang kekurangan. Biarkan mereka ikut merasakan kasih sukacita Natal, dengan begitu kamu telah menjadi sumber berkat bagi sesama.

3. Makna Natal adalah kasih yang tulus diiringi dengan tindakan yang nyata

Hal yang tak boleh dilupakan dari perayaan natal adalah makna yang terkandung di dalamnya, yaitu saling mengasihi. Yesus lahir untuk membawa kasih dan damai, dan sudah sepatutnya kita meneladani perbuatan-Nya.

Natal bukan cuma ucapan broadcast whatsapp atau posting foto di media sosial. Kamu harus menunjukKan arti natal yang sesungguhnya lewat perbuatan. Pakai momen natal untuk menyebarkan kebaikan. Dengan begitu, natal gak cuma jadi jadi perayaan sekali setahun, melainkan tindakan yang diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga  Penambahan Kasus Covid Sulut Hari Ini Kurang dari 10

4. Natal adalah momen untuk mengucap syukur kepada Sang Pencipta

Nah, yang tak boleh dilupakan saat merayakan natal adalah bersyukur. Ya, bersyukur untuk segala sesuatu dalam hidupmu, mulai dari yang baik ataupun tidak. Tak usah muluk-muluk, kamu bisa mulai dari yang paling sederhana. Misalnya karena masih diberi kesehatan, bisa makan tiga sehari, dan tinggal di tempat yang layak.

Jadikan natal sebagai momen untuk mengucap syukur, agar kamu terus mengingat kebaikan Tuhan yang sudah diberikan padamu.

5. Lewat perayaan Natal, kita kembali diingatkan untuk tetap sederhana dan rendah hati

Natal tak harus dilewatkan dengan kemewahan, karena bukan itu inti yang sebenarnya. Jika kamu ingat, Yesus sendiri lahir ke dunia jauh dari kemewahan atau pesta besar. Yesus lahir dengan penuh kesederhanaan.

Baca Juga  Kerjasama PD Pasar - BRI, Puluhan Pedagang Gunakan QRIS

Begitu juga dengan keseharian kita, Natal adalah “alarm” untuk mengingatkan arti dari kesederhanaan. Bukan memegahkan diri dalam kesombongan, tetapi jadi pribadi yang apa adanya dan rendah hati. Tak benar rasanya kita hidup angkuh sementara Kristus yang lahir tetaplah sosok yang sederhana.

Menyambut Natal dengan sukacita tentu bagus. Tapi jangan tenggelam dalam kesenangan semu sementara kita lupa makna Natal yang sesungguhnya. Semoga Natal tahun ini, membawa damai dan sukacita besar dalam hati kita. Selamat merayakan hari Natal!

(Visited 97 times, 2 visits today)

Komentar