Pemkab Minahasa Seriusi Masalah Rombe, Ini 6 Poin Kesepakatannya

Sulut Times, Minahasa : Permasalahan tanah yang telah berpolemik di Makawembeng terus diupayakan Pemerintah Kabupaten Minahasa agar mendapatkan solusi yang bisa diterima oleh masyarakat.

Pemkab Minahasa terus menseriusi Masalah Rombe , Perintah Bupati Minahasa menindaklanjuti Rapat Forkopimda pada hari Senin yang lalu, langsung ditindaklanjuti dengan Rapat yang dipimpin oleh Bupati Minahasa diwakili Asisten Pemerintahan dan Kesra Setda Kabupaten Minahasa dan dihadiri oleh Kapolres Minahasa, Dandim Minahasa, Camat, Kuntua dan Lurah terkait serta perwakilan tokoh masyarakat di 4 Desa dan Kelurahan terkait yang berlangsung dari pagi sampai siang dk Aula Polres Minahasa.(Kamis,18/06/20)

Baca Juga : ROR Lantik APDESI, Gubernur Olly : Tahun ini Danau Tondano Bersih dari Eceng Gondok

Dalam pengantarnya Bupati Minahasa DR. IR. Royke O. Roring, MSI melalui Asisten Pemerintahan dan Kesra Denny Mangala menyampaikan masalah tanah di makawembeng menjadi perhatian serius oleh Pemkab Minahasa dan sudah melakukan pertemuan beberapa kali.

“Masalah tanah di seputaran makawembeng sangat serius menjadi perhatian Pemkab Minahasa bahkan sudah beberapa kali dilakukan pertemuan untuk mensolusikan masalah tersebut terlahir pada hari Kamis minggu kemarin dan sudan ada kesepakatan bersama yang ditandatangani oleh semua Pihak,” ujarnya

Baca Juga : GM PT. PLN Berkomitmen Bantu Pemkab Minahasa Selesaikan Permasalahan Danau Tondano

Namun karena terjadi permasalahan hari minggu yang menewaskan 1 orang warga, maka tentu Pemkab harus turun tangan kembali dengan menggelar rapat Forkopimda dan Pertemuan hari ini, dimana setelah menderkan harapan dan keinginan perwakilan masyarajat serta arahan dari Kapolres dan Dandim Minahasa, maka telah diputuskan beberapa point penting yang menjadi kesepakatan Rapat tersebut, yaitu :

  1. Pemkab dan TNI, Polri akan segera membentuk Tim bersama pemangku kepentingan serta perwakilan tokoh masyarakat untuk mencari solusi penyelesaian masalah tanah tersebut, dimana target waktu penyelesaian selama 45 hari dan dapat diperpanjang sesuai kebutuhan.
  2. Selama masa penyelesaian tanah oleh Tim terpadu tersebut, lokasi perkebunan seputaran makawembeng, rombe dan yang terkait dgn masalah ditetapkan Status Quo dan tidak diijinkan siapapun untuk melakukan kegiatan di lokasi tersebut.
  3. Untuk mengawasi agar tidak ada aktifitas di lokasi tersebut, maka akan dibentuk Tim Pengawasan dibawah Koordinasi Kodim dan Polres Minahasa.
  4. Jika ada aparat baik TNI maupun Polri yang terlibat dalam permasalahan tanah tersebut akan ditindak tegas sesuai ketentuan yang berlaku.
  5. Semua pihak akan menahan diri dan akan mensosialisasikan kesepakatan ini kepada masyarakat.
  6. Permasalahan yang terjadi hari minggu adalah murni tindakan kriminal dan para pelaku akan diproses hukum serta tidak ada kaitan dengan masalah agama.

Baca Juga : Roring “Tidak ada Izin Reklamasi di Sekitar Danau Tondano

Selesai rapat para perwakilan tokoh masyarakat dari Desa dan Kelurahan terkait berbaur dalam silaturahmi yang sejuk dan bahkan saling memahami kondisi yang terjadi.

Bupati Minahasa melalui Assisten 1 mengatakan harapan besar agar semua menjaga suasana menjadi aman damai serta memperhatikan kearifan lokal.

” Kami berharap agar suasana aman dan damai dalam balutan Torang samua Basudara, Torang Samua Ciptaan Tuhan dengan kearifan lokal yaitu maleos leosan, ma linga lingaan wo masawang sawangan betul betul akan teraktualisasi dalam kehidupan sosial masyarakat,”tandasnya

Jangan Lupa di Bagikan !

Author: Ryan T

Edukasi Aktual Terpercaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *