Raranta: Sulut Butuh Figur Baru

Suluttimes.com, AIRMADIDI -Dampak pandemi covid-19 berujung banyak orang kehilangan pekerjaan. 

Mengantisipasi permasalahan ini, Gubernur Olly Dondokambey langsung berkreasi dengan menyiapkan Rp20 miliar bertujuan untuk disalurkan dalam bentuk proyek padat karya. “Sedang disiapkan program padat karya di semua sektor. Torang beking proyek padat karya, misalnya beking saluran irigasi buat tanaman padi bagus, buruh akan diberi gaji harian. Atau ada proyek for 100 orang torang kase kerja kong kase upah harian. Pokoknya pemerintah harus hadir untuk masyarakat,” ujar gub, Senin (06/07/20).

Menariknya, ide gubernur Sulut justru mendapat kritik Robert Dirk Raranta yang dipublis di medsos (face book).

Menurut Raranta substansi padat karya bukan program buruhnisasi seperti yang digambarkan Olly Dondokambey.
“Anggaran Rp20 miliar kalau hanya dialokasikan sebagai upah buruh, itu bukan program. Jika pekerjaan selesai, ďan anggaran habis maka masyarakat kembali susah karena tidak ada pekerjaan. Saya lihat gubernur Olly minim ide,” sindir Raranta.

Cara berpikir seperti ini menurut Raranta semakin membuktikan ketiadaan visi-misi, dan program kerja OD yang berhubungan dengan ‘Sosial Safety Net’. “Apa iya seorang Chef restoran atau hotel yang kehilangan pekerjaan disuruh susun batako, ngaduk semen, plester bangunan, demi upah 100 rb/hari dalam program padat karya. Ide ini lebih tepat diistilakan ‘Tiba Saat Tiba Akal’,” pungkasnya sembari berikhtiar Sulut memang butuh pemimpin baru. (st/dw)

Jangan Lupa di Bagikan !

Author: Dewi S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *