Calon PMI Tidak Dibebankan Biaya Protokol Kesehatan

Sulut Times, Manado : Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut, Erny Tumundo Selasa (11/08/2020) mengatakan penerimaan Pekerja Migran Indonesia telah dibuka kembali.
“Penempatan pekerja migran Indonesia telah dibuka kembali setelah dihentikan sementara akibat Covid-19 dan didasari dengan diterbitkannya Keputusan Menteri Ketenagakerjaan Nomor 294 Tahun 2020 yang telah ditandatangani 29 Juli 2020,”tegasnya dalam rapat virtual dengan stakeholder membahas masalah ketenagakerjaan dengan adaptasi kebiasaan baru.

Rapat virtual dengan stakeholder membahas ketenagakerjaan dengan adaptasi kebiasaan baru. Foto:Ist


Tumundo menegaskan bahwa perekrutan calon Pekerja Migran Indonesia (PMI) diprioritaskan yang telah terdaftar di Sistem Komputerisasi Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Sisko P2MI) dan yang ada pada perusahaan penempatan PMI.
Lebih lanjut Tumundo menggarisbawahi bahwa dalam perekrutan calon PMI tidak boleh dibebankan biaya untuk memenuhi standar protokol kesehatan. “Calon PMI tidak boleh dibebankan biaya sebagai akibat dari penerapan protokol kesehatan,”tandasnya.

Turut hadir dalam rapat tersebut, Kepala Bidang HIP, Maya Ticoalu, Kabid Binapenta, Lucky Taju, dan Kabid Pengawasan, Sandy Kaunang.


Sementara itu, informasi yang dirangkum media ini ada 14 negara siap menerima PMI bekerja tersebut yakni, Aljazair, Australia, Hong Kong, Korea Selatan, Kuwait, Maladewa, Nigeria, Uni Emirat Arab, Polandia, Qatar, Taiwan, Turki, Zambia, dan Zimbabwe.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah. Foto:Ist


Dan menurut Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, 88.973 calon PMI telah siap diberangkatkan melalui proses tahapan-tahapan sebagai syarat untuk bekerja ke luar negeri, mulai dari registrasi, pelatihan, uji kompetensi, pemeriksaan kesehatan, sudah mempunyai visa, dan lain-lain.

Jangan Lupa di Bagikan !

Author: Caesar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *