Lorong Pastori 2 Desa Tenga “Belum Merdeka”

Sulut Times, Minsel : 17 Agustus 2020, Bangsa Indonesia telah genap berusia 75 tahun.

Namun tidak demikian yang dialami sekitar 8 Kepala Keluarga (KK) di Desa Tenga Jaga 8 Kecamatan Tenga Kabupaten Minahasa Selatan.

Sudah hampir 6 tahun (2014-2020) jalan lorong Pastori 2 GMIM Eben Heazer Tenga tidak pernah tersentuh.

Padahal lorong tersebut sangat ramai didatangi warga dari seluruh penjuru wilayah Sulawesi Utara.

Pasalnya lorong ini terdapat rumah tinggal sekaligus merangkap tempat pelayanan Tukang Urut Tradisional khusus Patah Tulang.

Pingkan warga Desa Koka Kecamatan Tombulu Kabupaten Minahasa mengatakan saat membawa salah seorang keluarganya yang mengalami patah tulang karena kecelakaan lalulintas, prihatin dengan kondisi jalan lorong Pastori 2.

“Saya prihatin dengan kondisi jalan yang ada, bamyak pasien yang mengeluh termasuk keluarga saya. Mereka harus menahan sakit saat melewati jalan ini menuju tempat tukang urut Om Remmy Manengkey.”, katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Ryan warga Tataaran Tondano, yang juga mengantar keluarganya untuk mendapatkan perawatan dari Om Rem.

Tante Yenni warga setempat mengakui sudah hampir 6 tahun jalan di lorong tempat tinggalnya tidak pernah tersentuh pemerintah Desa.

“Saya berharap Pemerintah Desa dapat memperhatikan aspirasi warga setempat”, ujar Tante Yenni yang secara sukarela menjadikan rumah tinggalnya sebagai tempat menginap untuk pasien patah tulang yang datang dari segala penjuru Sulut untuk dirawat Om Rem.

Jangan Lupa di Bagikan !

Author: Toar Koka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *