Kepala Bakamla ZMTh Kunjungi Pemkab Minahasa Utara, Ini Yang di Bahas

Sulut Times, Airmadidi : Kepala Bakamla Zona Maritim Tengah (ZMTh) Laksma Bakamla Drs. Leonidas Braksan, M.M didampingi oleh Kabid Operasi (Kabid Ops) Bakamla ZMTh Kolonel Bakamla Ahmad Muharam melaksanakan kunjungan kerja ke Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Airmadidi, Sulawesi Utara, Selasa (15/9/2020).

Kunjungan diterima oleh Sekertaris Daerah (Sekda) Minut Ir Jemmy H. Kuhu, MA di ruang kerjanya. Laksma Bakamla Drs. Leonidas Braksan, M.M menyampaikan maksud kedatangannya untuk mempererat silatuhrahmi dan menyampaikan terkait pelaksanaan “Operasi Cegah Tangkal 2020” yang akan dilaksanakan Bakamla Zona Maritim Tengah (ZMTh), tepatnya di wilayah Perairan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) II, khususnya di Perairan Sulawesi Utara.

“Pada operasi penegakan hukum di laut ini akan digelar pada medio akhir September 2020 dan akan di hadiri oleh Kepala Bakamla Laksdya TNI Aan Kurnia,S.Sos, M.M sekaligus membuka acara Bakti Sosial di Pangkalan Armada Kapal Patroli Desa Serei, Likupang Barat, Minahasa Utara” Ujar Leonidas Braksan”.

Tujuan utama dari Operasi Cegah Tangkal Tahun 2020 ini untuk menjamin keamanan laut di wilayah prioritas tiap-tiap zona maritim. Adapun sasaran operasi cegah tangkal ini untuk memastikan jalannya penegakkan hukum di laut.

Dalam pelaksaan operasi tersebut, Bakamla berupaya mengantisipasi adanya pihak-pihak yang memanfaatkan kondisi pandemi untuk melakukan tindak kejahatan di laut.

Baca Juga : Dari Zona Merah, ABK Bakamla ZMTh Di Karantina

Antisipasi itu dilakukan dengan disusunnya panduan menghadapi pandemi Covid-19 bagi aparat penegak hukum di laut. Panduan ini dapat menjadi pedoman dalam melaksanakan tugas.

Selain itu, operasi ini dilaksanakan untuk mengisi kekosongan gelar unsur yang ada dilaut, terutama di wilayah perbatasan laut bagian utara Sulawesi yang berbatasan langsung dengan perairan Filipina selatan.

Kegiatan ini sekaligus mendukung program bantuan pemerintah untuk menjangkau daerah di Pulau-pulau terpencil dengan menyelenggarakan kegiatan bakti sosial berupa pendistribusian bantuan sosial kebutuhan bahan pokok dan alat-alat kesehatan. Adapun daerah yang akan dikunjungi dalam pelaksanaan operasi tersbut meliputi Kabupaten Kepulauan Sangihe dan Kabupaten Kepulauan Talaud.

Baca Juga : Rawan Terorisme, Pulau Terluar dan Wilayah Perbatasan di Perketat

Pelaksanaan operasi tersebut rencananya akan melibatkan KN Pulau Marore 322 sebagai unsur kapal patroli. Kapal patroli sepanjang 80 meter buatan dalam negeri tersebut, merupakan salah satu alutsista terbaru yang dimiliki Bakamla RI yang ditugaskan memperkuat jajaran Zona Maritim Tengah.

Mengakhiri pertemuan, Jemmy H. Kuhu menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kerjasama dan komunikasi yang selama ini terjalin antara Pemkab Minahasa Utara dan Bakamla Zona Maritim Tengah, terutama dalam pengawasan keamanan dan keselamatan laut.

Jangan Lupa di Bagikan !

0 0

Author: Ryan T

Edukasi Aktual Terpercaya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *