123 views

Penundaan Iuran BPJamsostek Tak Pengaruhi Manfaat yang Diterima

Sulut Times, Manado: Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menekankan bahwa pemberlakuan PP 49/2020 nantinya tak akan membuat perubahan pada manfaat yang diterima.
“Meski diberlakukan keringanan pembayaran iuran dan penundaan, manfaat yang diterima oleh peserta akan tetap berlaku sama seperti sebelumnya tetap dilaksanakan sesuai dengan ketentuan perundang-undangan, yang direlaksasi itu iurannya, manfaatnya tidak direlaksasi,” tekannya saat memberikan sambutan pada sosialisasi Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 49 Tahun 2020 tentang Penyesuaian Iuran Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Selama Bencana Non alam Penyebaran Coronavirus Disease 2019 (Covid-19), Rabu (09/09/2020).

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah saat memberikan sambutan. Foto: Caesar

Lebih lanjut dalam sosialisasi yang dilaksanakan secara virtual, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyebutkan bahwa hasil survei online LIPI, Pusat Litbang Kemnaker dan Lembaga Demografi UI yang dilakukan periode 24 April hingga 2 Mei 2020 menunjukkan, dampak pandemi dirasakan oleh pekerja maupun pengusaha pemberi kerja.
Sebanyak 40 persen pekerja yang di survei mengaku mengalami penurunan pendapatan, di antaranya 9 persen mengakui pendapatannya turun hingga di atas 50 persen.
Diketahui bersama bahwa dunia usaha tercatat banyak yang produksinya menurun, terganggunya cash flow perusahaan, berkurangnya kemampuan membayar kewajiban, pengurangan jam kerja, dan pengurangan pekerja baik yang dirumahkan maupun di PHK. Sehingga hasil survei mencatat 39,4 persen usaha terhenti dan 57,1 persen mengalami penurunan produksi.
Menurutnya, fenomena yang dialami pekerja atau buruh dan pemberi kerja ini turut mempengaruhi kepatuhan dalam memenuhi kewajiban, yang diamanatkan peraturan perundang-undangan, salah satunya adalah iuran program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Dan dalam kondisi itu Pemerintah perlu hadir dengan langkah yang tepat, dengan memberikan hak peserta BPJS Ketenagakerjaan atas manfaatnya.

Pemerintah Sulut bersama BPJamsostek dan Pengusaha siap menerapkan aturan baru. Foto: Caesar


Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Erny Tumundo yang mengikuti kegiatan sosialisasi virtual langsung merapatkan barisan bersama BPJamsostek Manado dan pengusaha untuk segera menyebarluaskan informasi penting tersebut guna menjaga kelangsungan usaha demi pemulihan perekonomian akibat Covid-19.

Jangan Lupa di Bagikan !

0 0

Author: Caesar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *