92 views

PP 49, Wujud Nyata Kepedulian Pemerintah Bagi Dunia Usaha

Sulut Times, Manado: Usai pekerja swasta diberikan Bantuan Subsidi Upah kini giliran pemberi kerja yaitu pengusaha diperhatikan pemerintah dalam menjaga kelangsungan usaha yang terdampak Covid-19.
Bahkan ditegaskan oleh Direktur Utama BPJamsostek, Agus Susanto saat sosialisasi Peraturan Pemerintah 49/2020 tentang Penyesuaian Iuran Program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Selama Bencana Non Alam Penyebaran Coronavirus Disease 2019 yang dilakukan secara virtual Rabu (09/09/2020), bahwa peraturan baru tersebut adalah wujud nyata kepedulian pemerintah untuk terus menjaga dan mendorong dunia usaha tetap tumbuh guna pemulihan ekonomi nasional.

Direktur Utama BPJamsostek, Agus Susanto saat memberikan sambutan pada kegiatan sosialisasi secara virtual. Foto : Caesar

Ditegaskan Agus Susanto di dalam penerapan kebijakan relaksasi dan penundaan iuran tidak akan mengganggu arus uang di BPJamsostek.
“Kami concern untuk menjaga ketahanan dana, kami sudah perhitungkan. Kami sudah mengatur cashflownya, sejak April sudah kita jaga bila nanti tidak ada iuran yang masuk. PP ini insya Allah tidak mengganggu likuiditas kami dan kami siap mengimplementasikan seluruh keputusan dan kebijakan dari PP 49/2020 ini,” tegas Agus.

Sulawesi Utara siap menerapkan dan mensosialisasikan aturan baru pemerintah. Foto: Caesar

Sementara itu, jajaran Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Sulut bersama BPJamsostek Manado serta pengusaha yang mnegikuti sosialisasi diruang kerja Kepala Disnakertrans, Erny Tumundo menyatakan siap mendukung sekaligus segera menyebarluaskan informasi tentang aturan merelaksasi kewajiban pemberi kerja dalam pembayaran iuran Jaminan Kecelakaan Kerja, Iuran Jaminan Kematian dan Iuran Jaminan Pensiun dimana penundaan iuran tersebut berlaku mulai Agustus 2020 hingga Januari 2021.

Seperti dirangkum media ini, skema relaksasi yang diberikan pemerintah yakni adanya potongan iuran sebesar 99% kepada iuran Jaminan Kecelakaan Kerja, iuran Jaminan Kematian dan iuran Jaminan Pensiun. Dengan begitu, peserta hanya membayarkan iurannya sebesar 1% di masing-masing program jaminan tersebut.

Adapun syarat untuk memanfatkan fasilitas relaksasi tersebut, pada peserta yang aktif dan terdaftar dalam program Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian perlu melunasi lebih dulu tagihannya hingga Juli 2020. Sedangkan bagi peserta baru, maka perlu membayar iuran selama 2 bulan pertama secara penuh sebelum bisa menikmati relaksasi tersebut.

Kepada peserta Jaminan Pensiun yang ingin menikmati relaksasi tersebut perlu melunasi iuran hingga Juli 2020 dan kemudian mengajukan permohonan kepada BPJamsostek. Khusus bagi penyedia jasa konstruksi yang telah menjadi peserta, cukup membayar 1% dari sisa tagihan iuran. Dan peserta baru harus membayar 50,5% dari penetapan iuran.

Relaksasi iuran itu diberlakukan dengan membagi klasifikasi usaha, pada perusahaan mikro dan kecil, perlu untuk mengajukan ke BPJamsostek dan akan langsung disetujui. Sedangkan untuk perusahaan besar dan menengah, perlu melampirkan data penurunan omzet lebih dari 30%.

Relaksasi juga diberikan dalam bentuk waktu jatuh tempo pembayaran iuran yang semula jatuh pada tanggal 15 menjadi tanggal 30 di bulan berikutnya. Pun demikian dengan denda keterlambatan membayar iuran yang semula 2% melalui PP 49/2020 hanya 0,5%.

Jangan Lupa di Bagikan !

0 0

Author: Caesar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *