Sampah-sampah Bertumpukan di Jalan, Ini Kata DPRD Manado

Sampah Berserakan di Ruas Jalan Manado Sulut Times

Oleh: Ronald Ginting

Sulut Times, Manado – Sampah bertumpukan terpantau menghiasi sejumlah jalan Kota Manado. Persoalan ini diakui juga oleh Komisi III DPRD Manado.

Ketua Komisi III DPRD Manado Ronny Makawata berujar keluhan masyarakat tentang sampah ini telah disampaikan kepada Pemerintah Kota Manado. Alasan Pemkot yaitu terjadi kerusakan pada alat insinerator yang selama ini berfungsi untuk membakar sampah-sampah.

“Kami Komisi III mendorong Pemkot Manado mencari solusinya. Apalagi insinerator ini hanya satu yang berfungsi, itu pun sudah rusak. Jadinya sekarang ini alat-alat itu jadi barang rongsokan, karena produktivitasnya cuma sedikit ketika berfungsi,” ungkap Ronny kepada exposenews.id di ruang kerjanya, hari ini.

Kata Ronny saat paripurna beberapa waktu lalu, Pemerintah Kota Manado menjanjikan TPA segera pindah ke Pandu, tapi sampai sekarang belum dilakukan. Padahal sudah diusulkan untuk segera menyiapkan infrastruktur, alat, maupun jalan ke sana.

“Kenyatannya lahan di Pandu belum terealisasi dengan baik, infrastruktur belum ada, padahal volume sampah terus bertambah. Apalagi di masa pandemi covid ini banyak masyarakat yang lebih lama tinggal di rumah, otomatis volume sampah di rumah lebih banyak dibanding sebelumnya,” jelas Ronny.

TPA Sumompo itu, kata Ronny, masih bisa dibuang di samping kiri dan kanan. “Namun keinginan yang ada sepertinya terhalang oleh Pilkada. Padahal harapan saya di akhir tahun pelayanan Wali Kota endingnya harus bagus,” sebutnya lagi.

Dia bilang masyarakat di sekitar TPA sudah memblokir pintu gerbang masuk TPA karena air mengalir. “Baunya kecium di pemukiman masyarakat. Makanya bagusnya segera dipindahkan saja, cepat tanggulangi,” ungkapnya.

Satu usulan yang disampaikan ke Pemerintah Kota Manado, sebutnya, bahwa lewat APBDP dapat diusulkan ke banggar untuk berupaya mencari solusinya, seperti menyewa alat.

Senada dengan Ronny, Anggota Komisi III DPRD Manado, Jurani Rurubua menuturkan masalah sampah ini masalah klasik yang harus segera dicari solusinya. Menurutnya, kendala anggaran yang membuat persoalan ini belum ada solusinya, dapat disampaikan ke depan di RAPBDP.

“Kendala utama kata Pemkot kan alat beratnya termasuk insineratornya rusak, makanya diusulkan dalam perubahan anggaran,” ujar legislator yang akrab dipanggil Rani ini.

Rani menyayangkan juga dinas terkait yang tidak hadir dalam rapat dengar pendapat yang diagendakan komisi III. “Ya semoga Jumat mereka bisa datang untuk sama-sama mencari solusinya,” jelas Rani. (gtg)

Jangan Lupa di Bagikan !

0 0

Author: Ronald Ginting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *