111 views

Dirjen Pembinaan Pengawasan K3 Salut Ribuan Pekerja Sulut Antusias Ikut Rapid dan Swab Test

Oleh: Ronald Ginting

Sulut Times, Manado – Tidak berbeda dengan hari pertama kemarin, pada hari kedua sekarang ini pun ribuan pekerja di Sulawesi Utara antusias mengikuti pemeriksaan rapid dan swab yang dilaksanakan Kementerian Ketenagakerjaan dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut.

Menjadi istimewa, karena kegiatan ini dihadiri langsung oleh Dirjen Pembinaan Pengawasan Ketenagakerjaan dan Keselamatan Kesehatan Kerja Kementerian Ketenagakerjaan, Hayani Rumondang.

Hayani mengaku kagum dengan antusias pekerja yang datang sejak kemarin untuk mengikuti pemeriksaan rapid dan swab. Menurutnya ini membuktikan ada kepedulian dari pekerja dan pemberi kerja untuk perlindungan diri dan usaha.

“Saya salut ada kepedulian ingin melindungi diri sendiri, keluarga, dan tempat kerjanya. Saya mengapresiasi ini semua, padahal banyak pengalaman pekerja takut untuk diperiksa,” ujar Hayani di lokasi pelaksanaan kegiatan rapid dan swab test tersebut, hari ini.

Kata dia, pemberi kerja juga patut diapresiasi karena memberi izin kepada pekerjanya untuk mengikuti pemeriksaan ini. Pasalnya pemeriksaan sangat penting mengingat para pekerja banyak bertemu dengan publik.

“Contohnya perhotelan berhadapan dengan publik yang dilayaninya,” tambah dia saat didampingi Direktur Bina K3 Muhammad Idham, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut Erny Tumundo.

Sambunya lagi bahwa dari sisi nasional, semua berkewajiban mencegah penularan covid-19. Jadi di bawah jaring pengamanan sosial melakukan pemeriksaan kepada para pekerja di seluruh provinsi.

“Semua kementerian kan punya porsinya masing-masing untuk memeriksakan kesehatan pekerja sebanyak-banyaknya. Kalau kami diberikan target 7.500 orang,” ungkapnya.

Sementara, Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut Erny Tumundo berujar pekerja yang mengikuti adalah mereka yang bekerja di sektor industri, perhotelan, dan UMKM. Namun terpantau juga banyak yang berasal dari sektor lainnya.

“Sampai pendaftaran ditutup, sekitar 2.400 pekerja yang mendaftarkan diri untuk diperiksa. Berarti Sulut menyumbang 30% dari target yang diemban Dirjen Pembinaan dan Pengawasan K3 Kemnaker,” ujar Erny.

Ditambahkan Erny bahwa memilih sektor industri karena pekerja memproduksi produk apalagi makanan. Begitu juga dengan perhotelan yang berhadapan dengan pelanggan.

“Hal yang sama juga dengan UMKM yang menghasilkan produk. Apalagi di Sulut banyak UMKM memproduksi makanan. Sektor-sektor tersebut kita pastikan aman. Tapi untuk sektor lain yang memeriksa diri di sini ya tentu saja diperbolehkan,” tuturnya mengakhiri. (gtg)

Jangan Lupa di Bagikan !

0 0

Author: Ronald Ginting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *