Hebat, Pemprov Sulut Tambah 40.000 Pekerja Sosial Keagamaan Dilindungi BPJAMSOSTEK

Oleh: Ronald Ginting

Sulut Times, Manado – Perhatian Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara kepada Pekerja Sosial Keagamaan (Perkasa) di daerah ini terus berlanjut. Terbukti, pada hari ini Pemprov Sulut menambah jumlah peserta sebanyak 40.000 Perkasa untuk dilindungi lewat jaminan sosial ketenagakerjaan BPJAMSOSTEK, sehingga akumulasinya mencapai 117.233 orang.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut Erny Tumundo mengapresiasi kepada semua pimpinan kegamaan, BPJAMSOSTEK Manado, atas sinergitas yang sudah memprakarsai kegiatan ini. Kata Erny, dengan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, pekerja aman, nyaman dan sejahtera.

“Perkasa merupakan bentuk apresiasi kepada tokoh-tokoh agama yg ada di Sulut. Aktualisasinya Pemprov bekerjasama dgn BPJAMSOSTEK Manado,” terangnya.

Dijelaskan Erny bahwa sebelum ditambahkan 40.000 peserta hari ini, jumlahnya sudah 77.233. Dengan demikian sekarang ini jumlahnya 117.233 peserta.

“Ini bermanfaat besar bagi pemerintah, karena pekerja sosial kegamaan ikut mendukung pembangunan daerah,” ujarnya.

Menurutnya, sampai dengan Agustus 2020, sudah dibayarkan kepada 227 peserta dengan total nilai sekitar Rp9 miliar. Tahun ini kata Erny tetap melayani peserta yang terjadi resiko, asalkan itu dilaporkan.

“Jadi besarannya pada waktu terjadi resiko di antara tahun 2018 hingga akhir 2019 Rp24 juta per orang, kemudian mulai akhir Desember 2019 hingga sekarang ini besaran manfaat yang diterima Rp42 juta,” ungkapnya.

Kabar baik lainnya, lanjut Erny, bagi peserta yang sudah terdaftar sejak 2018 dan mengalami resiko tahun ini atau sudah tiga tahun menjadi peserta, maka anak mereka yang sedang mengenyam pendidikan berhak menerima beasiswa hingga sekolahnya tamat.

Sementara, Kepala BPJAMSOSTEK Manado Hendrayanto berujar Perkasa merupakan inovasi Pemprov Sulut sejak 2018 dengan melindungi 35.000 Perkasa. Saat itu langsung mengukir prestasi MURI.

“Sekarang sudah 117.000 pekerja sosial keagamaan dari 6 golongan agama. Ini program satu-satunya di Indonesia. Ada daerah lain mengikuti tapi tidak signifikan. Banyak daerah juga yang datang ke Sulut untuk studi banding tapi hasilnya beljm kelihatan,” ungkapnya.

Kata dia, sebelum cuti Pilkada, Gubernur Olly Dondokambey sempat mengatakan untuk program Perkasa ini tidak akan dibatasi jumlah pesertanya.

“Selain Perkasa, bulan lalu sudah dilakukan perlindungan bagi 36.000 petani dengan nama program Pesona. Kemarin itu langsung mencetak rekor MURI dan MURI dunia.

Dijelaskannya bahwa bila terjadi resiko kematian dan kecelakaan kerja, semuanya tanggung jawab BPJAMSOSTEK. “Ini semua membantu keluarga yang ditinggalkan,” tukasnya. (gtg)

Jangan Lupa di Bagikan !

Author: Ronald Ginting

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *