Rapat Paripurna DPRD Talaud, Paparkan Rancangan KUA-PPAS 2021

Talaud,Suluttimes.com DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud gelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Rancangan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) 2021 oleh Bupati Elly Engelbert Lasut atau E2L, Selasa (13/10/2020).

Ketua DPRD Kabupaten Kepulauan Talaud Jakob Mangole didampingi dua wakil ketua yakni Pocker Pelle dan Djekmon Amisi memimpin langsung rapat paripurna itu. Wakil Bupati Mocktar Arunde Parapaga (MAP), unsur Forkopimda, pejabat eselon 2, 3 dan 4 di lingkup Pemkab Talaud juga terlihat dalam acara tersebut.

Dalam penyampaiannya, Bupati E2L menguraikan adanya perbedaan dalam penganggaran KUA- PPAS dan rancangan APBD tahun 2021 dengan tahun sebelumnya. Di mana KUA-PPAS, serta rancangan anggaran APBD 2021 menggunakan klasifikasi, kodefikasi dan nomenklatur perencanaan pembangunan dan keuangan daerah. Ini sesuai peraturan menteri dalam negeri dan secara elektronik, melalui sistem informasi pemerintahan daerah (SIPD). Penyusunan KUA dan PPAS menurut dia mengacu dalam beberapa peraturan perundang-undangan. “Salah satunya adalah peraturan menteri dalam negeri tentang pedoman penyusunan anggaran dan pendapatan belanja daerah,” ujar E2L.

E2L mengisyaratkan untuk mengunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) sesuai peruntukannya dan Dana Alokasi Umum (DAU) berdasarkan pembahasan seluruh wakil rakyat Talaud. Ia juga menegaskan akan tetap memprioritaskan sektor pendidikan.

Dalam kesempatan itu, suami mantan Bupati Mitra Telly Tjanggulung (T2) ini menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh guru dan kepala sekolah yang telah bekerja keras dalam mengubah rangking atau peringkat data pendidikan Talaud yang sebelumnya berada di juru kunci atau nomor 15 dari seluruh kabupaten dan kota di Sulut. “Hanya dalam tiga bulan, peringkat SMP berdasarkan pengumuman Dinas Pendidikan Sulut melejit ke peringkat pertama dan SD yang sebelumnnya di urutan ke-15 naik ke posisi ke-3. Ini capaian yang luar biasa,” ucapnya.

E2L juga memaparkan rencana kerjanya bersama MAP di bidang kesehatan, perbaikan irigasi dan perhubungan. Di sektor kesehatan, E2L-MAP sudah menempatkan dokter dan tenaga medis di setiap Puskesmas. E2L juga mengakui kalau ada dua Puskesmas yang bermasalah dengan kepemilikan tanah. “Dua rumah sakit yang ada di Melonguane dan Gemeh harus lebih dimaksimalkan mulai dari fisik bangunan maupun perlengkapan alat kesehatan,” ujarnya.

E2L juga berjanji untuk memperbaiki atau menata irigasi dan saluran air supaya tidak lagi dikeluhkan masyarakat saat terjadi hujan. “Warga kerap mengeluh adanya luapan air saat hujan beberapa jam. Ini harus diperbaiki,” katanya. Sementara di bidang perhubungan, E2L bersyukur karena Kementrian Perhubungan sudah menyetujui pembangunan empat pelabuhan kapal feri di Kabupaten Talaud yakni di Kabaruan, Pulau Salibabu, Melonguane dan Marampit. Pun ada rencana Pemkab Talaud untuk membangun pelabuhan kapal feri di Gemeh.

E2L mengajak semua wakil rakyat Talaud menerima semua usulan yang disampaikannya yang berkaitan dengan dana DAU. “Saya menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada pimpinan dan anggota dewan yang terhormat atas kerja samanya selama ini,” ucapnya.

Jangan Lupa di Bagikan !

Author: Melky Bidu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *