MJL-MDT Tegaskan THL tak Harus Sarjana

Sulut Times, Bitung: Ketika selesai Debat Publik antar ketiga paslon gelar di favehotel Maximiliaan J Lomban SE MSi memberikan keterangan terkait apa yang di debat oleh paslon tersebut, Bitung Minggu (08/11/2020).

Terkait Debat Publik dari ketiga paslon kini menjadi topik hangat adalah paslon nomor urut satu dan nomor urut tiga, pasalnya yang menjadi topik paling meresahkan adalah tentang pengangkatan THL dan penempatan mereka, terkait ijasah sarjana.
“Saya bersyukur kepada Tuhan Dia bisa berikan hiikmat Saya bisa melakukan yang terbaik sebagaimana mestinya dan yang ada beberapa pointers yang mungkin bisa dijadikan sebagai satu tolak ukur bahwa apa yang kita percakapkan tadi itu bisa diputarbalikkan kenyataan di lapangan,” tandas MJL.

Contohnya Ketika saya memberikan klarifikasi tentang penempatan seorang pegawai negeri sipil untuk bisa menjadi Lurah dan tenaga harian lepas THL pasangan nomor 3 menyampaikan bahwa di dalam mekanisme itu dia berharap untuk menempatkan seorang Lurah yang berasal dari Kelurahan yang bersangkutan, mengangkat THL yang ada di kelurahan tersebut dan harus ijazah sarjana. Kalau saya yang penting ada ijasah SMA, SMK boleh diangkat,” terang Lomban.

“Ini yang saya sampaikan tadi kalau seperti itu Kita tahu bersama bahwa antara lain saudara-saudara kita di Pulau Lembeh itu belum banyak sarjana mereka butuh pekerjaan walau ijasa SMA, SMK kami membutuhkan mereka,” tambah Lomban.

Begitu juga pegawai negeri sipil untuk bisa ditempatkan sebagai pejabat. Di sana sebagai Lurah tapi kalau mereka sudah penuhi syarat.

” Saya dalam kepemimpinan saya, Camat di Lembeh itu orang Lembeh dan kemudian untuk siapa yang akan menjadi lurah di sana selalu saya tempatkan mereka yang dari sana,” jelas Lomban.

Tetapi kalau untuk mengangkat THL kalau dibatasi yang sarjana kasihan Bagaimana SMA-SMK jadinya. SMA-SMK ketika saya menjadi walikota dan MDT wakil walikota mereka akan kita serap tenaga harian lepas THL ijazah SMA atau SMK kita terima,” jelas Lomban.

“Tidak hanya yang ijazah sarjana SMA-SMK saja kita bisa serat pertama untuk ditempatkan dalam rangka membantu proses pelayanan publik di kelurahan, yang kedua di tingkat kecamatan, selebihnya di SKPD tingkat Kota, jadi yang terbaik bagi THL berlokasi di dekat-dekat mengingat juga transport,” tandas Lomban.

“Saya punya pengalaman bagaimana kaitan dengan Bagaimana mau memanets aparatur sipil negara dan juga tenaga harian lepas THL sehingga yang pasti kalau seperti ini tidak luput dari pandangan saya bahwa tidak harus sarjana,” tegas Lomban penuh wibawa

“SMA-SMK itu jadi prioritas kita bagaimana bisa mereka diserap sebagai tenaga harian lepas dan mungkin ke depan kita Carikan tempat yang lain,” ungkap Lomban.

“Justru itu kita bangun sekolah-sekolah yang sifatnya vokasi supaya dalam jangka pendek mereka selesai pendidikan bisa langsung bekerja sebagai sekolah yang sifatnya seperti SMK supaya langsung ada keterampilan,” ucap Lomban.

“Saya sampaikan saya sangat-sangat bisa berdampingan dengan seorang bapak Maximiliaan Jones Lomban kapasitas Pak MJL luarbiasa, paham betul pemerintahan jadi kalau saya tetap bekerja sama dengan Pak MJL, dengan ilmunya saya akan melaksanakan tugas pengawasan saya perketat pengawasan supaya program-program yang sudah baik yang sudah diterapkan 5 tahun belakangan ke depannya bisa berjalan dengan baik,” tukas MDT.

“Begitu warga memilih kita. Dari saya akan terus mengawasinya tetapi ini tak lepas dari arahan Pak Wlikota Bagaimana aturan mainnya kita akan dijalankan sesuai dengan apa yang harus kita lakukan supaya program-program intinya program-program yang dilakukan kita akan eksekusi untuk masyarakat Kota Bitung dengan baik,” tutup MDT.

Jangan Lupa di Bagikan !

0 0

Author: Ferry Mamangkey

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *