Kehadiran PT Bhineka Mancawisata Pacu Kemajuan Pariwisata Sulut

Suluttimes.com, MANADO – Tahun 2019, pemerintah melalui Kementerian Pariwisata menganugerahi Sulawesi Utara (Sulut) sebagai ‘The Rising Star’ pariwisata nasional, akibat lonjakan turis asing 600 persen dalam empat tahun belakangan.

Apresiasi ini menjadikan wilayah Likupang yang terletak di Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulut, sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata super prioritas bersama empat destinasi lainnya seperti Borobudur (Jawa Tengah), Danau Toba (Sumatera Utara) , Mandalika (Nusa Tenggara Timur) dan Labuan Bajo (Nusa Tenggara Timur).

Tak heran, kehadiran PT Bhineka Mancawisata (BMW) dengan membangun hotel bitang lima di wilayah KEK Likupang akan memacu kemajuan pariwisata Sulawesi Utara.
Investasi pariwisata triliunan rupiah “menyulap” Likupang yang terkebelakang menjadi kawasan terdepan, beriringan dengan program pemerintah yang menetapkan Likupang lima wilayah super prioritas pariwisata nasional.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Atap (PMPTSP) Sulut, Frangky Manumpil mengatakan, investasi PT Bhineka Mancawisata di bidang pariwisata mengukuhkan arah pembangunan pariwisata Sulut tepat, on the track. “Pemerintah seperti memiliki chemistry dengan PT Bhineka Mancawisata dalam pembangunan dan bisnis pariwisata Sulawesi Utara ke depan. Kita butuh investor seperti ini, kami berikan karpet merah membantu segala perizinan l mereka,” ujarnya, Selasa (06/04/21).

Manumpil menegaskan, Pemerintah Provinsi Sulut antusias membantu pembangunan hotel plus kawasan wisata pantai dan laut. Sebab pembangunan hotel dan kawasan wisata di Likupang Barat memperindah Likupang dengan sejumlah pesona alam, laut dan pantai yang dimiliki.
“Pak Gubernur selalu mengingatkan kepada kami agar mencari dan membantu setiap investor ataupun investasi pariwisata. Hanya dengan investasi, daerah ini akan maju, ekonomi masyarakat akan bertambah seperti dialami Bali,” katanya.

Manumpil menambahkan, laju investasi hotel dan prasarana pendukung parisiwata seperti listrik tahun 2020 mencapai Rp 5,2 triliun dari target Rp 3 triliun. Investasi itu didukung dengan suntikan dana pemerintah pusat Rp 1 triliun membenahi infrastruktur penunjang seperti pembangunan terminal baru bandara Sam Ratulangi dan jalan menuju ke lokasi KEK Likupang sepanjang 31,5 kilometer dari bandara Sam Ratulangi.
Demikia akan dibangun terminal baru bandara Sam Ratulangi ditargetkan selesai tahun ini diperluas dua kali lipat yang semula 26.000 meter persegi menjadi 56.000 meter persegi, lengkap dengan fasilitas terminal internasional.
Perluasan bandara memungkinkan menampung jumlah penumpang 6 juta pertahun dari yang sebelumnya hanya 2,5 juta orang pertahun.

Sementara Direksi PT Bhineka Mancawisata Teddy Darmanto dan Kepala Operasional cabang Manado Yuri Christian menjelaskan, investasi pariwisata di Paputungan Likupang Barat berupa hotel bintang lima dan sejumlah destinasi lainnya. Di sekitar hotel akan dibangun wisata air, taman satwa, kebun buah dan taman bunga.
Selanjutnya akan dibangun pasar seni budaya dan kerajinan, permainan rekreasi edukatif, mangrove walk dan terutama atraksi kapal wisata bawah air yang akan menjelajahi taman laut Bunaken. “Kami hadir disini untuk memperindah dan melestarikan alam Likupang dengan pembangunan pariwisata. Tabu bagi kami merusak lingkungan. Alam di Likupang yang sudah ada akan kami lestarikan menjadi lebih indah. Ingat… ini investasi pariwisata bukan investasi tambang. Pariwisata butuh keindahan alam,” tegas Teddy.

Diketahui, boming turis China termasuk turis asing lainnya yang datang di Sulut sejak tahun 2017 hingga 2019 menjadikan paket-paket pariwisata selam dan atraksi wisata paralayang memberi keuntungan dan kemajuan bagi masyarakat lokal dan pengelola pariwisata. (dw/st)

Jangan Lupa di Bagikan !

0 0

Author: Dewi S

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *