Musyawarah Kerja SMA, SMK, SLB Minut Bitung Serta Pisah Sambut Kacabdin Dikda Sukses Digelar

SULUT TIMES, Bitung – Dalam kegiatan musyawarah kerja kepala sekolah SMA, SMK dan SLB CABDIN Minut Bitung, dan narasumber kegiatan tersebut oleh Kepala Cabang Dinas (Kacabdin, DIKDA) juga dirangkaikan dengan pisah sambut kepala cabang dinas (DIKDA). Yang digelar di SMA Negeri satu Girian kota Bitung, Jumat (11/06/2021).

Dari hasil pantauan awak media kegiatan tersebut dinilai sesuai protokol kesehatan.

Kegiatan musyawarah kerja kepala sekolah SMA, SMK, SLB CABIN Minut-Bitung berbagai penyampaian dan pemaparan baik dari kepala-kepala seksi adalah membangun terkait kerja dan ketaatan dalam membangun kemajuan sekolah.

Ungkapan dari, Dra Femmy Mamahit yang adalah plt Kacabdin Dikda mengatakan terkait ketaatan harus di tingkatkan.

“Sebagaimana Kacabdin Dikda sebelum saya, telah membuat maju itu perlu kita contohi dan akan lebih kita tingkatkan, dan bagi kita manakala kegiatan dilakukan tetap kita bekerja sama agar musyawarah kerja akan tercipta dengan baik,” terang Mamahit.

Dra Annie Alouw, MAP juga menegaskan ketaatan dan kebersamaan harus ditingkatkan.

“Dalam kegiatan seperti ini, harus ada kebersamaan dan ini harus terjalin agar musyawarah kerja ini akan berkembang, apabilah ini kita bekerja sama akan lebih baik kedepan,” ungkap Alouw.

Terpisah, Pisa sambut kepala cabang dinas (DIKDA) Drs. Ernest Emor, M.Si kepada Dra. Femmy Mamahit memang kegiatannya sukses.

Kegiatan pisa sambut, dibilang sukses namun dalam hal ini sudah pasti ada yang baru dan ada yang meninggalkan jabatan tersebut.

Ada ungkapan dari Dra Femmy Mamahit, diapun mengajak dan mengingatkan semua kebaikan dari seniornya karena ini akan membangun dan tercipta dengan baik, ada hal yang hebat bagi yang baru ketika memberikan sambutan diapun mengatakan kata maaf dan mengambil contoh pada sebelum dia.

” Walaupun posisi saya ini, tetapi Saya pribadi minta maaf karena pak tetap atasan saya juga karena pak perna pimpinan kami maka apabilah ada kesulitan dalam bekerja nantinya saya harus bertanya dan minta bantuan dan petunjuk ke pak Emor,”

Tambahnya, ‘marilah kita bekerja sama untuk memajukan sekolah baik di Bitung dan Minut harapan saya agar kita bekerja sama dan saling memotifikasi agar lebih maju sekolah-sekolah kita ini,” jelas Mamahit.

Sementara itu, ada hadiah penyampaian yang telah dilayangkan oleh Drs Ernest Emor MSi. Dalam kegiatan pisa sambut dia dan ibu Femmy Mamahit katanya.

“Ini adalah yang terakhir bagi saya, untuk ada di forum terhormat seperti ini karena kalau besok-besok itu kurang person atau pribadi atau bentuk-bentuk yang lain tapi untuk forum terhormat seperti ini mungkin ini adalah yang terakhir bagi saya memang ada kata bijak yang mengatakan bahwa setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya sebagai aparatur sipil negara kita punya aturan sebagai pejabat struktural eselon 3 harus sampai pada usia 58 tahun kalau di eselon 2 dia boleh sampai 60 tahun. Itu aturan yang sampai saat ini belum ada perubahan terkait ada isu-isu adakan perpindahan eselonisasi itu mungkin sementara berproses yang mudah-mudahan tahun ajaran baru sekolah untuk pejabat pejabat struktural,”

Kecuali kepala sekolah guru guru tetap sampai 60. Secara pribadi saya memberikan penghargaan yang sebesar-besarnya kepada seluruh yang ada di cabang dinas Ibu Kepala Cabang dinas kepala seksi, seluruh pengawas bahkan seluruh kepala sekolah baik SMA SMK SLB juga wakil-wakil kepala sekolah dan guru guru staf, dan THL yang sudah mendukung saya dalam kapasitasnya sebagai kepala cabang dinas yang kurang lebih satu setengah tahun dan itu terbukti di manapun saya pergi dan berada saya disuport 100% oleh Bapak Ibu sekalian,”

Oleh karena itu pada kesempatan yang sangat indah dan berbahagia ini, Izinkan saya untuk menyampaikan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya sebesar-besarnya atas atensi dari Bapak Ibu sekalian selama saya boleh bergabung dengan Bapak Ibu sekalian harus diakui sebagai manusia yang penuh dengan kekurangan kelemahan dan keterbatasan saya juga banyak, banyak kali lalai dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab ini banyak kali lalai untuk menerima Bapak Ibu sekalian mungkin ada keluhan keluhan ada usulan-usulan yang belum direalisasikan saya tentu di dalam hati yang lubuk hati yang sangat dalam memohon maaf sebesar-besarnya terkait masa depan saya untuk selanjutnya masih dalam proses,” ungkap Emor.

‘Mungkin saya akan menjadi guru pengajar dan akan kembali di kampung saya,’ tutunya.

Jangan Lupa di Bagikan !

0 0

Author: Ferry Mamangkey

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *