SD Negeri Sagerat Kota Bitung, Pembelajaran PTM Terbaras Sesuai Aturan Pemerintah

SULUTTIMES.COM, Bitung — Kepala sekolah SD Negeri Sagerat Deitje Tunena S.Pd. M.Pd Kota Bitung, melalui Wakil Kepala sekolah Oktofina Tangka, S.Pd ketika di wawancarai awak media terkait PTM Terbatas tetap mengacu ke aturan Pemerintah dalam penerapan Prokes di sekolah.

Dalam masa pandemi seperti ini untuk penerapan pembelajaran di Sekolah SD Negeri Sagerat sesuai penerapannya dari Kepala Dinas, Julius Markus Ondang, S. Pd, M.Si, Selaku Kepala Dinas Pendidikan dan kebudayaan Kota Bitung, Rabu (13/10/2021).

Dari Kepala Sekolah Deitje Tunena S.Pd. M.Pd Melalui Oktofina Tangka, mengatakan tetap sekolah kita harus mendukung dan menerapkan aturan yang berlaku oleh pemerintah untuk mendorong pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas, dengan ini tetap menjalankan protokol kesehatan.

Terkait peningkatkan serta memberikan pembelajaran yang maksimal terhadap siswa didik tentunya sekolah wajib di utamakan sehingga program wajib belajar dapat terlaksanakan dengan baik.

Inilah sepintas kata Wakil Kepala Sekolah SD Negeri Sagerat Kota Bitung Oktofina Tangka S.Pd kepada awak media, di sela-sela kesibukan diruangannya, saat di tanyakan mengenai pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas Oktofina Tangka menyampaikan, “Pertama jam 08 pulang jam 09 15 kemudian sesi kedua 10 pulang jam 11, 15. kalau mereka sudah mengerti dalam hal ini maka tidak akan terjadi penumpukan karena dengan penerapan ini ada rentan waktu yang sudah di atur,” ujarnya.

Tambahnya lagi, “Kami di sekolah bertanggu jawab dengan semua murid kita terkait keselamatan semua murid, ketika selesai dalam pembelajaran mereka akan pulang, kami tidak perbolehkan pulang tanpa di jemput oleh orang tua murid atau keluarga yang sudah ditentukan untuk jemput siswa kita tersebut karena yang datang jemput siswa kita, kita sudah mengenal keluarga tersebut, “jelas Tangka.

Penerapan protokol kesehatan di sekolah SD Negeri Sagerat dirinya mengatakan, “Ini sudah disosialisaikan, tetap mengacu ke protokol kesehaatan pertama masuk masih di pagar sudah ada petugas yang melakukan tes suhu tubuh dan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, dalam pembelajaran kita sudah atur tempat duduknya dengan menjaga jarak selama dalam pembelajaran,” terang Tangka.

Harapan saya semoga tatap muka ini akan berlangsung terus, agar anak-anak akan belajar secara opjektif, secara baik dan bisa mengerti apa yang diterima diharapkan juga akan kembali seperti sedia kala,” tutupnya.

Ferry.M

Jangan Lupa di Bagikan !

Author: Ferry Mamangkey

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *