oleh

Lapas Kelas IIA Manado Rehabilitasi Sosial Napi Narkotika Selama 6 Bulan

Sulut Times, Manado — Program Rehabilitasi Sosial Narapidana, Narkotika yang digelar selama 6 bulan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Manado, Rabu 17 November 2021 resmi ditutup.

Sebelum menutup kegiatan ini, Kepala BNN Sulut Brigjen Polisi Victor Jeffry Lasut dalam sambutannya mengatakan, semua Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang mengikuti program rehabilitasi ini diharapkan telah mendapatkan pengetahuan yang baik tentang bahaya narkoba serta akibatnya bagi kesehatan.

Namun demikian ditegaskan Lasut, semua Narapidana Narkoba (klien) yang telah mengikuti program rehabilitasi ini tidak berhenti disini saja, karena akan terus mendapatkan pendampingan selama berada di Lapas dan pelatihan pelayanan klien adeksi dari BNN.

“Program Rehabilitasi telah selesai, namun para peserta masih akan mendapatkan pendampingan selama berada di dalam Lapas. Selain itu juga, peserta akan mendapatkan pelatihan penanganan klien adeksi dari BNN sehingga dapat mempertahankan kepulihan”, tegasnya.

Baca Juga  Cerita Tjahyani Mitra Binaan Pertamina, Bertahan dan Berinovasi di Masa pandemi

Dia juga berharap, langkah penting yang harus dilakukan petugas Lapas sebelum Klien kembali ke keluarga dan masyarakat untuk terlebih dahulu memberikan edukasi kepada keluarga klien terkait kondisinya selama berada dalam pembinaan di Lapas.

Ini penting dilakukan agar setelah klien kembali ditengah keluarga dan masyarakat dirinya tidak dijahui tetapi mendapatkan dukungan dan pendampingan dari keluarga dalam upaya mempertahankan kepulihan disepanjang hidupnya setelah keluar dari Lapas”, harapnya.

Sementara itu, Kepala Lapas Klas II A Manado Amry Langkamane dalam sambutannya mengungkapkan, pihaknya mengapresiasi kepada semua pihak dalam hal ini BNN Sulut, Kepolisian dan Rahaniawan serta Tim Medis yang telah mendukung hingga terselenggaranya program rehabilitasi kepada Narapidana Narkotika di Lapas Manado.

Baca Juga  Pemprov Sulut Antisipasi saat Bandara Samrat jadi Pintu Masuk dari Luar Negeri

“Saya memberikan apresiasi yang setinggi – tingginya kepada semua pihak yang terkait dalam Program Rehabilitasi Narapidana Narkoba di Lapas Manado. Karena untuk membasmi Narkoba yang tidak bisa ditutupi banyak terjadi di dalam Lapas, harus segera di atasi dan kegiatan ini salah satunya untuk mengatasi permasalahan tersebut. Dalam memerangi Narkoba di dalam Lapas, pihaknya tidak akan mampu berjalan sendiri tetapi membutuhkan bantuan dari semua pihak khususnya instansi teknis terkait,”jelasnya.

Dalam Laporan panitia penyelenggara yang disampaikan Ketua Panitia Meidy Ferdy SH, Program Rehabilitasi Narapidana Narkotika di Lapas Kelas II A Manado dilaksanakan dengan maksud agar Narapidana Narkotika di Lapas Manado terlepas dari ketergantungan Narkoba dan sejenisya.

Baca Juga  FGMB Diminta Gubernur Olly Dondokambey Dukung Program Pembangunan Daerah

Sedangkan tujuannya, untuk mengebalikan kesadaran dan pemulihan kepada Narapidana Narkotika agar kembali memiliki kepercayaan diri sehingga mempunyai harga diri untuk kembali ke tengah masyarakat serta untuk meningkat kualitas kesehatan narapidana narkotika agar kembali hidup sehat tanpa narkotika dan sejenisnya.

Diketahui, Program Rehabilitasi Narapidana Narkotika di Lapas Klas II A Manado digelar dari tanggap 4 Mei 2021 dan telah berakhir 4 November 2021 di ikuti 20 peserta.

Dalam kegiatan ini, para peserta mengikuti berbagai kegiatan antara lain seperti, Assemen Adiksi, Terapi Kelompok, Penyuluhan, Konseling, Sidang kasus bagi peserta, Familly Support, menggali potensi peserta dan penyuluhan agama berdasarkan kepercayaan masing – masing narapidana.

(Red***)

Komentar