oleh

Ko Aseng: Jangan Cari-Cari Salah Pengusaha Ikan di Bitung Kasihan Pengusaha Ikan Yang Lain

Bitung, SULUTTIMES.COM — Sebagai mana video, yang beredar di via whatsapp terkait penahanan kapal penampung ikan oleh KPLP Bitung. Dalam hal ini dari oknum Ko Aseng pemilik kapal penampung tersebut, awak media konfirmasi hal ini kepada Ko Aseng ditempat usahanya yang bernama PT. SINGA RAJA BITUNG, di Madidir Kecamatan Madidir Kota Bitung, Senin (24/01/2022).

Dari keterangan Ko Aseng sendiri kepada media terkait video pendek tersebut yang mengungkapkan, diduga KPLP Bitung minta – minta uang dengan jumlah 40 juta itu bukan uang kecil. Ko Aseng mengatakan dia adalah korban pemerasan oknum Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Bitung Sulawesi Utara tersebut.

Ko Aseng, menyebutkan ke awak media keluhannya dimana dia menyesalkan ada oknum KPLP Bitung yang mencari – cari salah agar mendapatkan uang.

“Kapal saya di tahan dan dibawa oleh KPLP Bitung, saya urus namun saya tidak mau repot saya bayar aja. Setelah saya mau bayar mintanya terlalu banyak saya langsung merontak, mengamuk karena mereka mau minta begitu banyak dan saya katakan terserah kalian mau bikin apa saya tidak sanggup saya tantang saja saya katakan kalau mau sita, sita sajalah, “beber Aseng.

Baca Juga  Limbah B3 Berbahaya, Beracun dan Berserakan Di PT Carvinna Bitung

Tambahnya lagi, “Nominal yang KPLP minta 40 juta itukan terlalu besar namum saya katakan saya akan beberkan video ini, karena saya mau kasih 5 juta tidak mau saya bilang saya punya kemampuan 10 juta itu kemampuan saya kalau tidak mau terserah sita saja enak aja mau minta segitu besar iyakan, “sebut Aseng.

Ko Aseng, katakan lagi, “Saya marah ke mereka namun mereka menegur saya karena saya merekam dan saya katakan kenapa saya tidak peduli karena kalau tidak menyelesaikan saya beberkan ini video kesemua orang kelakuan kalian itu, kan kita tawar menawar wajar saja kalau 5 juta atau 10 juta tapi 40 juta mau mereka padahal pelanggaran dicari – cari salah, “terang Aseng.

Aseng, “Kita punya baju penampung itu ada sekitar 18 atau 20 biji sesuai orang sedangkan ABK cuma 16 orang berarti sudah melebihi jumlah ABK, tetap mereka permasalahkan karena sudah mulai buram (sudah mulai rusak), kan namanya baju pasti akan rusak tetapi ini hanya luntur saja kata mereka sudah tidak layak. mau dia apa, mereka hanya cari salah berupa bulatan – bulatan yang buat renang kata mereka tidak sesuai standar yang kita pakai loh kenapa ada orang jual kalau memang tidak sesuai jangan jual di toko iyakan, “ujarnya.

Baca Juga  Lomban Hadiri Ibadah Fungsional Lansia Rayon Bitung

Buku pelaut kata Ko Aseng, “Memang sudah expayer karena tahun lalu dikarenakan pandemi covid-19 semua ijian ditundah dulu namun kitakan ada buat keterangan dari perikanan namun dia bilang itu tidak berlaku, tidak bisa itukan orang perikanan yang buat, kenapa tidak berlaku, “sambungnya.

Ko sebut lagi terkait SLO surat layak oprasi, “Itukan diurus di daerah Irian dan Sorong jaraknya Irian dan Sorong berjauhan Sabandarnya urus di Irian tanggal 13 ke Sorong jadinya tgl 14 inikan makan waktu berhari – hari lantas ke kapalnya berjauhan lagi daerah pengurusan dengan berlabunya kapal kita, begitu mau ke kapal berlabu pakai kapal kecil lewat muara untk ke daratannya sampai 4 jam sampai di kapal berlabu begitu berangkat suratnya pasti sudah lewat mereka mau begitu urus langsung selesai kecuali kita pakai Helikopter boleh langsung selesai ini lagi di permasalahkan mereka inikan suka – suka mereka ujung – ujung mau cari uang padahal kita sudah ngomong baik – baik, ”

Waktu mereka minta uang saya bilang kirim rekening dia marah katanya mau dicopot jabatanya saya tidak paham prosedurnya mungkin dia mau menghindar jangan dikira itu jebakan setelah sorenya mintanya 40 juta wah bikin saya marah saya katakan terserah sita, sita tangkap, tangkap mau penjarakan saya silahkan sampai kesal saya video kan kalau dia lepas malamnya saya tidak permasalahkan nanti dia lepas besoknya setelah dapat uang namun hati – hati sekali mereka waktu kita mau kasih uang barang kita digeledah apa lagi hp tidak bisa masuk jangan sampai direkam dan dijadikan barang bukti, “tuturnya.

Baca Juga  Maraknya Pemuatan Pasir Ilegal ke Tongkang Tidak Disentuh Aparat Hukum di Kota Bitung

Lebih dalam lagi kata Aseng, “Bukan cuma saya kalau begitu banyak orang yang kena seperti saya ini kan di persulit cari – cari salah, merka sudah merajalela di Bitung kita sudah tidak merasa aman karena sudah menyita waktu kita apa lagikan kita hanya melihat cuaca yang bagus kalau tidak tidak bisa melakukan aktifitas kapal kita apa lagi kapal kita bukan kapal penangkap kapal kita kapal penampung dan bersaing membeli disana seenak mereka mau minta banyak uang begitu,”tutup Aseng.

Ketika di konfirmasi ke pihak KPLP dari KSOP untuk dipertemukan atau lewat via whatsapp tidak ada jawaban, sampai berita ini ditayangkan.

(Red***)

Komentar