oleh

Diduga Akibat Blasting PT MSM Ruas Jalan Pinasungkulan Putus

BITUNG, Suluttimes.com — Tingginya aktivitas tambang emas milik PT. Meares Soputan Mining (MSM) dan PT. Tambang Tondano Nusajaya (TTN), diduga menjadi penyebab amblasnya ruas Jalan Nasional Girian-Likupang yang merupakan jalan penghubung Kota Bitung dan Minahasa Utara (Minut).

Hal ini dilontarkan oleh salah satu warga yang tidak mau namanya di publish, menurut Dia amblasnya jalan karena kegiatan blasting dan pengerukan sangat dekat dengan badan bahu jalan, Rabu (05/01/2022).

“Bukan karena hujan saja penyebab amblasnya jalan, aktivitas blasting dan pengerukan material tambang yang terlalu dekat dengan bahu jalan menjadi faktor penyebab utama dan sangat berpengaruh pada kekuatan struktur pondasi tanah penopang jalan, sehingga struktur tanah menjadi lemah dan berakibat seperti terlihat sekarang ini”, ujarNya.

Baca Juga  Wawali Mantiri Buka dan Pantau USBN di SMP Negeri 1 Bitung

Lanjut Dia, rumah warga yang berada di radius agak jauh dari lokasi blasting saja sangat terasa efek getarannya hingga menyebabkan banyak bangunan rumah yang retak, apalagi bahu jalan yang bisa di bilang sangat dekat dengan Pit Araren sudah pasti lebih besar terasa getarannya sehingga wajar kalau jalan amblas.

“Sangat di sayangkan ini terjadi terus menerus dibiarkan terjadi hingga berakibat seperti ini, sekarang jalan yang amblas tidak menutup kemungkinan berikut adalah bangunan rumah yang sekarang sudah retak akan runtuh. Apakah pemerintah akan bertindak nanti setelah banyak korban jiwa berjatuhan tertimpa reruntuhan bangunan rumah,” beberNya.

Tak hanya itu tambahNya, bahkan saya sempat mewakili warga dalam menyampaikan keluhan dampak aktivitas tambang ke kantor Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung tepatnya bulan juni tahun lalu yang sudah meresahkan bahkan abu blasting sangat mengancam kesehatan warga apalagi para lansia.

Baca Juga  Diduga Oknum RT Tidak Tahu Baca-Tulis di Kecamatan Madidir

“Saya pun kaget dengan jawaban oknum staff pegawai Dinas Lingkungan Hidup Kota Bitung yang menyatakan dengan lantang bahwa kegiatan tambang tersebut sudah memenuhi syarat layak beroperasi.

Ditanya soal pernyataan staffnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bitung Sadat Minabari, ketika dihubungi lewat akun WhatsAppNya mengatakan Setiap laporan masyarakat terkait keluhan masalah dampak lingkungan pasti ditindaklanjuti oleh DLH sesuai mekanisme dan prosedur yg ada.

“Secara administrasi perizinan di bidang lingkungan hidup mereka sudah memiliki, dan mereka wajib melakukan pengelolaan dan pemantauan lingkungan sesuai perizinan dimaksud. pemerintah juga dalam hal ini tetap melakukan pengawasan, Terkait masalah jalan retak dan longsor ini akan segera ditindaklanjuti pengawasan ke lapangan oleh Tim petugas DLH dalam waktu dekat ini”, imbuh Kadis DLH.

Baca Juga  Diimbau Kepada Pelanggan PDAM Duasudara Bitung Manfaatkan Aplikasi MAMA SIMPATI

Fm&tim

Komentar