oleh

Heboh Batu Bara, Peneliti Universitas Pertamina Ajukan Alternatif Solusi Panas Bumi

Sulut Times, 14 Januari – Heboh Batu Bara, Peneliti Universitas Pertamina Ajukan Alternatif Solusi Panas Bumi.

Pada 31 Desember 2021 lalu, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) sempat melarang perusahaan pertambangan batu bara untuk melakukan ekspor. Aturan ini, sontak menjadi polemik di kalangan pengusaha batu bara. Disebutkan Kementerian ESDM, upaya ini dilakukan untuk mengamankan pasokan pembangkit listrik. Jika pasokan tak terpenuhi, tak kurang dari 10 juta pelanggan PT PLN (Persero) mulai dari masyarakat umum hingga industri, akan merugi.

Masyarakat Energi Terbarukan Indonesia (METI) menilai fenomena ini seyogyanya dijadikan momentum bagi Indonesia untuk mulai serius dalam mengembangkan energi baru dan terbarukan (EBT). Asosiasi Panas Bumi Indonesia (API) berharap pengembangan panas bumi di Indonesia mulai ditingkatkan mengingat potensinya yang digadang-gadang sanggup menggantikan peran energi fosil. Khususnya sebagai supply base load, menurut API, rata-rata faktor ketersediaannya mencapai 95 persen.

Baca Juga  Lulusan Mahasiswa Universitas Pertamina Berpeluang Kerja di Pertamina Lubricants

Melihat potensi ini, empat Mahasiswa Universitas Pertamina asal Manado, Johanes Timothy Jeremy T., Chang Karsten Lee Sangkay, Serina Andiani Pongtuluran, dan Donovan Rendi Suherman, memberikan alternatif solusi eksplorasi lapangan panas bumi di salah satu daerah perbatasan Jawa Tengah dan Jawa Timur.

“Kami menawarkan konsep eksplorasi lapangan panas bumi untuk mengidentifikasi resource dan keekonomisan lapangan dengan mempertimbangkan aspek sosial. Misalnya, tetap menjaga kelestarian alam dan cagar budaya di sekitar lapangan eksplorasi,” ungkap Ketua Tim, Jeremy, dalam wawancara daring, Jumat (14/01).

Komentar