oleh

Nabsar Badoa Sebut Jangan Dipolitisir, Barangnya Ada

Bitung, Suluttimes.com — Tentang Bantuan pabrik es dan Cold Storage di Kelurahan Batuputih, Kejari Bitung telah memanggil dan meminta keterangan pada Ketua DPK PKP Kota Bitung, Nabsar Badoa, Jumat (7/1/2022) lalu. Atas permintaan keterangan dari Kejaksaan ini, Nabsar Badoa angkat bicara ketika ditemui wartawan di kediamannya, Jumat (14/01/2022)

Badoa, membeberkan terkait persoalan ini berawal saat bantuan dari Pemerintah Pusat kepada Disperindag Kota Bitung tahun 2005 berupa mesin pembuat es balok dan Cold storage berikut mesin Genset yang dikelola oleh kelompok warga Kelurahan Batuputih Kecamatan Ranowulu di tahun 2015 rusak dan tidak bisa dikelola lagi.

Saat itu, oleh seorang pegawai Disperindag Bitung dirinya dimintai tolong untuk membantu mengelola pabrik es dan mini Cold Storage yang tidak lagi berjalan tersebut kemudian disetujui dan dibuatkan berita acara penyerahan/pengalihan tanggung jawab ditandatangani di atas meterai dari Christiano Kansil warga Kelurahan Madidir Weru Kecamatan Madidir sebagai pengelola pertama.

Saya sebagai warga negara yang taat Hukum apa lagi saya sebagai anggota DPRD patut menjadi teladan bagi masyarakat, saya sangat menghormati akan panggilan Kajari saya hadir sebelum waktunya. Kehadiran saya untuk memberikan keterangan atas bantuan pabrik es dan Cold Storage di Kelurahan Batuputih, untuk masyarakat Baruputih, “sebutnya.

Baca Juga  AKBP Indrapramana Bitung, Pemberian Penghargaan Syukuran Bhayangkara ke-75

Kepada dirinya sebagai pihak kedua disaksikan oleh Kadis Perindag saat itu. Dalam proses pengalihan pengolahan dan tanggung jawab bantuan yang tertera dalam surat pengalihan menyebutkan sejumlah ketentuan yang diantaranya menyebut pihak kedua (Nabsar Badoa,) akan memindahkan mesin dan peralatan lainnya tersebut ke Kelurahan Madidir Unet untuk diperbaiki.

Setelah menanda tangani surat pengalihan tersebut, Nabsar mengaku menyerahkan sejumlah uang kepada pihak pertama untuk menyewa orang dan kendaraan guna pemindahan barang-barang tersebut ke Madidir Unet. “Jadi tidak ada jual beli, yang ada saya meminta pihak pertama membantu mengangkut barang barang dari lokasi awal ke Madidir,” tambahnya.

Saat proses pemindahan itu, dirinya juga tidak lupa mendokumentasikan sejumlah peralatan tersebut termasuk kondisi saat diangkut dirinya menyebutkan.

“Dalam dokumen pengalihan ada foto dokumentasi proses pemindahan peralatan tersebut termasuk kondisi Genset yang rusak berat berikut alat pencetak es balok yang sudah rusak dan berkarat,” bebernya.

Baca Juga  Sineri: Pihak Berwajib Segera Tangkap dan Tahan Stafsus Bitung Palsukan Cap

Barang dan peralatan tersebut hingga kini menurut Badoa, ada di rumahnya namun kondisinya hanya Cold Storage saja yang akhirnya bisa berfungsi sementara peralatan lain seperti Genset dan Cetakan Es Balok tidak bisa diperbaiki karena ongkosnya mahal.

Persoalan lain timbul saat mengetahui lokasi tanah pabrik es balok dan Cold Storage di Kelurahan Batuputih ternyata bukan aset Pemkot Bitung namun tanah pribadi milik orang lain.

“Kalau soal satu unit cold Storage bantuan yang saya gunakan itu saya sudah akui kepada pihak Kejaksaan namun itu juga tidak berpengaruh pada bisnis saya karena saya punya 6 unit cold storage pribadi,” jelas pengusaha sukses perikanan ini.

Soal pemindahan barang peralatan ke Madidir menurut Badoa, sebagai pebisnis saat itu, dirinya akan rugi jika cold storage dan pabrik es balok tetap di Kelurahan tersebut, sebab ongkos produksinya melambung tinggi. “Es balok satu kali produksi hanya senilai 900 ribu per harinya sementara ongkos BBM Genset bisa mencapai angka Tiga Juta Rupiah per hari, pernah kita coba mau disambungkan ke listrik PLN namun ternyata harus beli Trafo sendiri yang nilainya sekitar Rp200 Juta lebih dan sarana kabel harus 3 Fas yang saat itu tidak ada di Kelurahan tersebut,” tambahnya lagi.

Baca Juga  Operasi Zebra Samrat, Polres Bitung Jaring 115 Pelanggar

Badoa mengungkapkan “Kalau ada yang mau kelola silahkan saja, ambil barangnya di tempat saya ada semua karena barang itu tidak digelapkan, mini Cold storage dan genset yang kondisinya sudah memang rusak masih ada sampai sekarang silahkan dicek, mau dipulangkan juga kan bingung tanah lokasi pabrik sudah milik orang lain,” tutupnya.

Adapun yang dikatakan oleh seorang straiker Nabsar Badoa tentang hal ini sepertinya ada asas manfaatnya.

Diduga dalam hal ini dipolitisir untuk menjatuhkan, namun dalam hal ini saya tidak permasalahkannya, “singkatnya.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bitung Frenkie Son saat dikonfirmasi terkait panggilan Nabsar Badoa belum memberikan jawaban.

(FerryM***)

Komentar