oleh

Warga: Kepsek SMKN 1 Bitung Keputusan Hentikan Kantin Hanya Sepihak

Bitung Suluttimes.com — Sekolah SMKN 1 Bitung dikeluhkan warga diduga terkait keputusan pemberhentian pengelolaan kantin unit produksi dilakukan sepihak oleh Kepala Sekolah Mieske Jemina Makadada namun hal tersebut juga di sangga oleh kepala sekolah tersebut, Selasa (11/01/2022).

Pasalnya, hal yang dilakukan Sekolah terkait dugaan keputusan yang diambil oleh Kepsek SMKN 1 Bitung dalam hal keputusan hanya sepihak, sehingga warga yang tak mau di mediakan namanya angkat bicara, katanya.

“Dalam Keputusan Pemberhentian pengelolaan kantin Unit Produksi dilakukan sepihak oleh Kepala Sekolah tanpa melibatkan keputusan bersama dalam rapat Staf Pimpinan dan Rapat Dewan Guru pada awal bulan Januari 2022, dan tidak ada pemberitahuan awal kepada pengelola kantin dan pengurus Unit Produksi, “sebutnya.

Baca Juga  Program Tali Kasih ala MJL Jadikan Kota Bitung Juara Satu di Indonesia

Tambahnya lagi, “Kantin Tata Boga adalah kantin dadakan yang dibentuk langsung oleh kepala sekolah dan tempat kantin menggunakan ruang praktik yang tidak sesuai dengan prosedur, “umbarnya.

Banyak peserta didik mengeluh Karena kantin Tata boga tidak bisa mengakomodir kebutuhan siswa yang ada di SMKN 1 Bitung. Dan tidak ada penyampaian kepala sekolah pada rapat dewan guru terkait adanya edaran pemberhentian kantin UP tersebut, “terangnya.

Ketua jurusan TKJ merangkap Wakil Hubmas, sementara masih banyak guru yang berpotensi utk jabatan tsb. Wakil Manajemen Mutu atau WMM merangkap Ketua Jurusan Akuntansi Keuangan, “terangnya.

Kepala Sekolah SMKN 1 Bitung ketika di wawancarai awak media terkait keputusan pemberhentian pengelolaan kantin unit produksi dirinya mengatakan.

Baca Juga  Lomban Hadiri Penutupan Christmas Speed Off road dan Grasstrack

“Untuk kantin – kantin sudah tidak diijinkan sekarang bahkan seluruh sekolah sudah tidak ada lagi, menurut surat edaran kantin belum diijinkan dibuka di sekolah, harusnya makanan dibawa sendiri dari rumah, bukan karena ada Boga sehingga kantin tidak diijinkan, diwaktu lalu kantin berdiri tidak bertanya ke kepala sekolah, “tutur Makadada.

Untuk Boga karena itu adalah jurusan maka itu harus dikembangkan, dan langsung praktek bukan hanya teori saja, makanya kami disekolah prakteknya menyediakan makanan untuk bisnis pengembangan kewirausahaan karena sekolah SMK menuju ke situ, “jelas Kepsek Makadada.

Salah satu murid juga ketika ditanya awak media membenarkan kalau di praktek Boga juga lakukan penjualan makanan dan disediakan ruangan kantin untuk dijual ke siswa di SMKN 1 Bitung, “jelas salah satu siswa.

Baca Juga  Gempa Terkini NTT Mag 7.4, Hancurkan 230 Rumah dan 1 Tempat Ibadah

(Red***)

Komentar