oleh

Warga: Terkait Jalan Tol Bitung Lebih Baik Mati Berdarah Daripada Mati Lapar

Bitung, SULUTTIMES.COM – Sejumlah warga, datangi Kantor Lurah Pateten Tiga untuk mediasi dengan pihak Tol dan menuntut hak tanah mereka yang belum dibayar karena sudah dibuat jalan Tol dan pihak Tol sendiri sampai saat ini belum menyelesaikan masalah tanah dengan baik ke warga Pateten tiga tersebut Jumat (21/10/2022)

Pantauan awak media ditempat, dari hal ini sejumlah warga Pateten tiga turun ke kantor lurah, karena dari pihak Tol hanya umbar – umbar janji ke warga Pateten tiga Kecamatan Aertembaga Kota Bitung.

Kedatangan warga di kantor Lurah ini adalah untuk menindak lanjuti pembayaran karena tidak lama lagi akan ada peresmian jalan tol sedangkan belum di selesaikan sejumlah tanah warga oleh pihal Tol sendiri.

Setelah mediasi dengan pihak tol di kantor Lurah, perwakilan dari sejumlah warga Jon Lahinda, menjelaskan kalau tidak menindak lanjuti aspirasi dari kami maka akan ada blokade jalan apa bila akan dilakukan peresmian jalan tol dirinya menyebutkan.

Nantinya akan ada peresmian jalan tol, kami selalu monitor kapan akan ada peresmian kami akan blok akan jalannya peresmian karena tidak ada pelunasan lahan kami dari pihak tol kami masyarakat akan blok dan kami akan hadir dalam peresmian itu, kenapa kami masyarakat tidak mendapatkan hak kami sendiri, “bebernya.

Baca Juga  Diduga Tak mengantongi Izin, Pabrik Es Didatangi Unit lll Tipidter Polres Bitung

Tambahnya lagi, “Yang kita bahas dalam rapat dengan pihak tol bersama Lurah Pateten tiga yang kita masyarakat sesalkan, adalah kenapa instansi lain tidak hadir padahal rapat yang lalu hadir mereka semua namun kali ini hanya pihak tol saja, “jelasnya.

Jon Lahinda juga menyebutkan, “Tolong ketika pertemuan kembali dihadirkan oknum – oknum yang terkait ini, karena kami masyarakat sudah bosan dengan janji – janji yang sudah berulang – ulang sejak 2017 sampai sekarang sudah 2022 belum ada penyelesaian. Saya juga adalah pemilik dari salah satu lahan yang telah diambil oleh pihak tol, “terangnya.

Keluhan kami sisa 100 akan diterbitkan sertifikat dan dari pihak tol yang mengurus, nah yang kami sesalkan itu sisa 100 bahkan lebih seratus sudah tidak bisa dihuni mau bikin rumah bagaimana sedangkan sudah di cor dijadikan dinding jalan tol nah kami membangun rumah bagaimana sedangkan sudahh tebing dinding dengan coran penahan jalan tol. Itu bagaimana, “tambahnya.

Baca Juga  Gubernur Buka Porprov Sulawesi Utara Ke X, Pertandingkan 27 Cabang Olahraga

Kami sampaikan tolong ditinjau kembali jangan sampai mengulur – ulur waktu kami minta secepatnya, kan sudah ada batas waktu 5 februari. Jangan salahkan kami masyarakat kecil apabila jadi hal – hal yang tidak diinginkan oleh pemerintah, karena kami sudah cukup sabar maka kami sudah sepakat akan kami bertindak kami sudah beberapa kali sampaikan secara baik kalau tidak ada jawaban yang baik ini pasti bukan kemungkinan kami akan adakan unjuk rasa kami turun daripada kami mati lapar lebih baik kami mati berdarah kami akan tuntut, “tegasnya.

Yang kita tegaskan terkait jalan tol yang sudah selesai dan tidak lama lagi akan diresmikan kok kenapa akan diresmikan belum ada penyelesaian kepada masyarakat ada apa dengan pihak tol ini, sekarang kami tinggal ditempat rumah belum kunjung selesai, karena rumah kita sudah jadi abu akibat jalan tol, “sambungnya.

Lurah Pateten Tiga Sustriyanti Bunardi, usai rapat awak media meminta penjelasanya, dalam hal itu lurah menanggapi dengan baik akan masyarakatnya apa lagi masyarakat sering lakukan konfirmasi terkait lahan mereka yang telah dibuatkan jalan tol sehingga Lurah lakukan mediasi rapat di kantor lurah, dengan pihak tol.

Baca Juga  Walikota MJL Hadiri Milad ke 13 Isra Mi'raj 1440 H BKMT Kota Bitung

“Saya selaku lurah ditempat ini saya wajib menerima masukan dari masyarakat, karena setiap hari masyarakat saya datang dikantor mengeluh terkait lahan mereka namun saya jawab ke mereka saya akan bantu sebisa yang saya mampu, karena ini adalah kemauan masyarakat saya saya bantu untuk mempertemukan namun bukan kewajiban saya untuk melakukan yang bukan kewajiban saya, “imbuhnya.

Lebih lanjut lagi kata Lurah, “Saya hanya meneruskan suara masyarakat walau ada rapat ketika masyarakat datang memangil saya dan saya datangi tol biar naik gunung tersebut, maka dilakukan rapat dan saya katakan agar mencari solusi kalau untuk kepastian pembayaran itu bukan saya, “tutur Lurah Pateten tiga.

Sampai berita ini ditayangkan belum ada jawaban dari bagian Satker Tol oleh Bpk Polce,. Melalui via whatsapp

(Red***)

Komentar