oleh

HUT Wanua Treman ke-337 Digelar Sederhana

Suluttimes.com, AIRMADIDI – HUT Wanua (Desa) Treman ke-337 digelar sederhana, Kamis (31/03/22).

Mensyukuri HUT Desa diwujudkan dalam ibadah bersama dipusatkan di balai Desa ditandai penyalakan lilin HUT oleh Hukum Tua Desa Treman, Bernadus Benny Dumanauw.

Ibadah ini turut dihadiri Camat Kauditan, Roy Rampengan SPt MSi, Ketua BPD Desa Treman Fenny Katuuk bersama anggota, mantan-mantan Kumtua, tokoh agama, tokoh masyarakat, perangkat Desa serta undangan.

Sebelum ibadah diawali rapat Paripurna pemerintah Wanua Treman dipimpin Ketua BPD dan Hukum Tua diikuti perangkat Desa dan tim penggerak PKK setempat.Penandatangan berita acara pertanggungjawaban oleh Hukum Tua dan mantan Hukum Tua.

Sejarah Wanua Treman yang dibacakan Sekretaris Desa, ibu Jouneke Dumanauw menerangkan Wanua Treman dikenal sebagai Desa Berbudaya. “Desa Treman terus mengedepankan kearifan lokal, seperti bahasa daerah, juga tari-tarian tradisional yang hingga kini masih dilestarikan,” ringkas Jouneke Dumanauw.

Baca Juga  SGR NAP : Semua Sehat Tanpa Narkoba

Sementara Camat Kaudiatan Roy Rampengan dalam sambutannya kembali mengingatkan jalinan kebersamaan serta sinergitas terus diperkokoh dalam membangun Desa ini.

Perbanyak kegiatan yang bersinggungan dengan pelestarian budaya dan kesenian, tentunya ini menunjang visi-misi Bupati Minahasa Utara bapak Joune Ganda dan Wakil Bupati bapak Kevin Lotulung untuk meningkatkan Pariwisata.

“Apalagi saya tahu, Desa Treman punya cerita soal buah ‘Mangga Damar Merah’, buah ini bisa dijadikan sarana promosi kedepannya. Pertahankan dan dilestarikan tradisi, budaya yang sudah mengakar di masyarakat. Ini penting memperkenalkan kearifan lokal daerah ini. Saya berterima kasih atas dedikasi para mantan Kumtua, juga yang sementara menjabat disampaikan banyak selamat buat Wanua Treman. Salud juga buat masyarakat yang ada, perangkat Desa, BPD yang mendukung roda pemerintahan Desa,” salud Camat Kauditan.

Baca Juga  Perum Agape Kumandangkan Kedamaian

Dikesempatan yang sama, Kumtua Desa Treman, Bernadus Benny Dumanauw secara ringkas membeberkan pencapaian Pemerintah Desa Treman. Dimana pembangunan dan pengembangan Desa sudah tergambar dari tahun ke tahun dalam APBDes.

“Pemerintah juga telah membeli lahan pemakaman, kolaborasi dan kebersaan masyarakat, tidak menggunakan kas daerah. Dari kebersamaan melalui kelembagaan masyarakat Desa dengan luas sekitar 4900 meter persegi dan letaknya di bekas kampung yang dinamakan Minawanua,” jelas Kumtua Bernadus B. Dumanauw.

Kumtua berharap, diakhir masa jabatannya hingga bulan Mey 2022, akan dilakukan penataan lahan waruga. “Ada sekitar 300-an Waruga tersebar di Desa Treman, itu akan kita kumpulkan di suatu tempat. Kedepan para wisatawan lokal atau mancanegara yang akan melihat budaya lokal, hanya ada di satu tempat,” ujarnya.

Baca Juga  Dua Hari Terseret Arus Drainase, Timothy Ditemukan Tak Bernyawa

Sebagaimana yang disentil Camat Kauditan soal pohon mangga Damar lanjut Kumtua, hal ini juga menjadi perhatian pemerintah Desa. “Saya sempat berdialog dengan pak Camat. Disitu pak Camat ada keinginan untuk buatkan monumen yang lambangnya buah mangga damar, ini akan dijadikan ‘Icon’ Desa Treman. Ini sangat positif dan saya sangat mendukung,” terang Kumtua.

Kumtua juga mengapresiasi aparat Desa, pihak BPD, serta masyarakat turut memriahkan HUT Wanua Treman. “Berbagai lomba sudah digelar 25-31 Maret 2022, seperti lomba pidato, lomba LineDance, tarian tradisional tetambaken, tarik tambang, bina vokalia¬†yang di koordinir oleh Ketua Dewan Kesenian Minut, ibu Jean Waturandang,” tambah Kumtua Dumanauw. (dw/st)

Komentar