oleh

Masuk Daftar 50 Besar ADWI 2022, Desa Budo Harumkan Kabupaten Minahasa Utara

Suluttimes.com, AIRMADIDI – Penilaian Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) di tahun 2022 yang digagas oleh Kementrian Pariwisata Ekonomi dan Kreatif ( Kemenparekraf ) akhirnya membawa harum nama Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) di kancah Nasional.

Betapa tidak, dalam seleksi ADWI 2020, Desa Budo yang berada di Kecamatan Wori, Kabupaten Minahasa Utara tercatat masuk dalam 50 besar, dan menjadi satu-satunya perwakilan Provinsi Sulawesi Utara di ajang bergengsi tersebut.

Hal ini menjadi kebanggaan masyarakat serta Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara yang tengah melakukan promosi sekaligus mengembangkan wilayah Likupang, dengan ditetapkan pemerintah pusat sebagai Daerah Pariwisata Super Prioritas (DPSP).

Bupati Minahasa Utara Joune Ganda SE bersama Wakil Bupati Kevin W. Lotulung SH MH serta seluruh jajaran Pemerintah Kabupaten Minahasa Utara memberikan dukungan penuh pada Desa-Desa di Minahasa Utara untuk menggali potensi yang ada, salah satunya menjadi Desa Wisata. Kedepannya desa wisata ini akan memberikan support pada DPSP Likupang.

Baca Juga  Karepu: Sayangi Keluarga Anda!

Bahkan Bupati Joune Ganda ikut mengapresiasi masuknya Desa Budo dalam daftar 50 besar ADWI 2022.
Hal ini menurutnya, akan memotivasi desa-desa lainnya untuk menjadikan potensi wisata alam sebagai surga wisatawan, baik lokal maupun mancanegara.

“Saya ucapkan selamat kepada Desa Budo. Semoga akan terus melaju ke tahap selanjutnya, dan apa yang dicita-citakan pemerintah dan masyarakat bisa tercapai,” ujar JG sapaan akrab Bupati Minut, Rabu (27/04/22).

Apresiasi serta ucapan selamat juga diutarakan Yulisa Baramuli, mantan wakil bupati Minut periode 2010-2015.

Bahkan sejak tahun 2008, Yulisa Baramuli mulai mengedukasi masyarakat lokal tentang potensi pariwisata.

“Sangat kagum dam membanggakan. Promosi-promosi yang begitu gencar dari Bupati Minut Joune Ganda bersama Wakil Bupati Kevin Lotulung serta jajarannya patut diapresiasi. Pemerintah Minut dinakhodai duet JG-KWL mampu mengangkat Kabupaten Minahasa Utara, bukan hanya di tingkat nasional, namun mancanegara dengan promosi Likupang sebagai wilayah Destinasi Super Prioritas. Termasuk Desa-Desa lainnya di Minut,” puji Yulisa.

Baca Juga  Polres Minut Siap Ops Sajam, Dua Kasus Pembunuhan Awali Tahun 2020

Yulisa Baramuli notabene seorang pengusaha sukses mulai mengembangkan pariwisata di Desa Budo sejak tahun 2004.

“Saya tinggal di Desa Budo karena melihat potensinya alamnya luar biasa. Waktu saya masuk Wori dan Likupang Barat, masih hutan, belum ada listrik. Zaman itu kita masukin listrik di Desa Wori dan Desa Tarabitan dengan biaya yang sangat besar,” cerita Yulisa.

Yulisa menjelaskan, sedikitnya ada enam potensi Desa Budo jika dikembangkan akan menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang besar bagi Kabupaten Minahasa Utara.

Pertama, keindahan alamnya yang masih asri.

Kedua, pemandangan Desa Budo yang menatap langsung ke arah pulau-pulau cantik seperti Manado Tua, Bunaken, Siladen, Naen dan Mantehage.

Ketiga, objek diving spot bawah laut yang indah, karena terdapat gua di bawahnya dan lautnya dihuni kelompok lumba-lumba.

Keempat, lokasi Desa Budo sangat dekat dengan bandara internasional Sam Ratulangi Manado.

Baca Juga  Enam Tahun Jembatan Penghubung Desa Kuwil dan Kaleosan Rampung

Kelima, Desa Budo dikelilingi mangrove yang sangat indah.

Keenam, masyarakat Desa Budo sejak awal sudah sering diberikan pelatihan, salah satunya pembuatan souvenir.

“Sewaktu saya tinggal di Desa Budo, saya sering melatih masyarakat desa, salah satunya membuat lilin dari batok kelapa dan lain-lain. Dan tahun ini saya akan membangun sekolah pariwisata di Desa Budo,” terangnya.

Yulisa berharap, Pemkab Minut di bawah kepemimpinan Joune Ganda dan Kevin Lotulung bisa meneruskan perjuangan pariwisata daerah pesisir.

Diketahui, sedikitnya delapan (8) Desa di Sulut yang lolos seleksi 300 besar ADWI 2022 diantaranya, Desa Deaga di Kabupaten Bolmong Selatan (Bolsel), Desa Para Lelle di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Desa Sendangan (Minahasa) dan Poopoh di Kabupaten Minahasa, Desa Budo, Gangga I dan Tumaluntung di Kabupaten Minahasa Utara (Minut) dan Desa Kakaskasen II di Kota Tomohon.

Kemudian masuk daftar 100 Besar, yakni Desa Budo (Minut) dan Desa Sendangan (Minahasa). (dw/st)

Komentar