oleh

SPBU Pertamina Winangun Dua Diduga Layani Para Penimbun BBM Solar Subsidi

Sulut Times, MANADO : Antrian panjang truk-truk di Jl. Winangun II, Winangun Dua tepatnya berada di sekitar Dealer mobil ternama, sudah menjadi pemandangan yang biasa bagi pengendara yang melintas rute tersebut.

Pasalnya, antrian panjang truk-truk tersebut sedang mengantri BBM jenis solar bersubsidi.

Terpantau antrian truk-truk di SPBU Pertamina 74.951.10 mencapai area pekuburan umum di kelurahan Winangun Dua . Truk-truk tersebut diduga sedang antri untuk melakukan tab (mengepul) solar subsidi.

Truk-truk yang sedang mengantri diduga tanki sudah di modifikasi, ada yang disamping tangki di gabungkan dengan galon plastik untuk mendapatkan kuota solar subsidi yang lebih banyak.

Saat ditemui wartawan, Meky Wangkay selaku pengawas yang berada di
SPBU Pertamina 74.951.10 mengaku pihaknya mengetahui akan antrian panjang tersebut dan memberikan ijin untuk melakukan pengisian BBM jenis solar subsidi

“Dorang kalo ba isi pagi dan sore, 97 liter pagi, 97 liter sore dan tidak boleh di jam yang sama,”ujarnya dengan bahasa Manado

Baca Juga  Peringati Habapas ke-58, Yasona Laoly : Wujudkan Indonesia Maju Dengan Implementasikan PASTI BerAKHLAK

Meky juga mengatakan kalau pengisian tidak boleh menggunakan tanki modifikasi, harus tanki yang standar SNI.

Saat di tanyai wartawan, mengenai para penampung (penimbun) solar subsidi Meky mengakui melayani dan mengetahui akan para penampung solar yang dilayani di SPBU Pertamina 74.951.10 di Winangun Dua.

” Kalau itu saya tau ( para penampung solar), tapi saya tidak pantau langsung. Kalau saya bilang nyanda tahu itu kita so ba dusta,” katanya saat ditemui dikantor SPBU Pertamina Winangun Dua .(Senin,25/07/22)

Berikut aturan pengisian BBM solar subsidi :

bbm bersubsidi


Melansir artikel dari suluttimes.com yang dipublikasikan tanggal 28 Oktober 2021 untuk aturan Pembelian Solar subsidi untuk konsumen kendaraan di sektor transportasi darat pun telah diatur dalam Surat Keputusan Kepala BPH Migas No. 04/P3JBT/BPH Migas/KOM/2020 tentang Pengendalian Penyaluran Jenis Bahan Bakar Minyak Tertentu oleh Badan Usaha Pelaksana Penugasan Pada Konsumen Pengguna Transportasi Kendaraan Bermotor untuk Angkutan Orang atau Barang.

Baca Juga  Catut Nama, Pemilihan Putra Putri Pelajar Kreatif Illegal

Dalam Surat Keputusan tersebut disebutkan bahwa kendaraan bermotor perseorangan roda empat paling banyak 60 liter/hari/kendaraan, kendaraan bermotor umum angkutan orang atau barang roda 4 paling banyak 80 liter/hari/kendaraan dan kendaraan bermotor umum angkutan orang atau barang roda 6 atau lebih paling banyak 200 liter/hari/kendaraan. Artikel lengkapnya bisa cek disini https://suluttimes.com/2021/10/solar-subsidi-untuk-siapa-berikut-penjelasan-pertamina/

(Visited 22 times, 1 visits today)

Komentar

Berita terkait