oleh

Aniaya Balita Berujung Maut, IRT Di Minut Diganjar Hukuman Berat

Suluttimes.com, AIRMADIDI – Seorang ibu rumah tangga (IRT) inisial AA (23) tega menganiaya AS notabene anak kandungnya berumur 1,6 tahun berujung maut.

Perempuan AA disebut sebut warga Gorontalo kini dalam tahanan Mapolres Minahasa Utara (Minut) untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Kronologis penganiayaan balita hingga meninggal terungkap dalam Konferensi Pers yang digelar Polres Minut, Jumat (05/08/22).

Kapolres Minut AKBP Bambang Yudi Wibowo SIK menjelaskan, kekerasan fisik yang dilakukan AA terhadap anaknya bukan yang pertama, tepatnya sudah berulang kali di rumah kontrakan mereka berlokasi di Desa Mapanget Jaga XIX, Kecamatan Talawaan, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara (Sulut).

Motifnya, AA kesal lantaran suaminya jarang pulang rumah, bahkan pasangan suami isteri (Pasutri) ini sering cekcok. Alhasil, anak kandungnya yang masih belia jadi pelampiasan amarah sang ibu.

Baca Juga  Songsong Womens Day, Yayasan Srikandi Kunjungi Liktim, Minut

Kronologis peristiwa naas itu lanjut Kapolres terjadi, Kamis (04/08/22) sekitar pukul 13.00 Wita, saat pelaku memberi makan anaknya.Entah kenapa, anaknya tidak mau makan, karena kesal pelaku menampar korban.Tak disangka, tamparan yang cukup keras membuat korban terhuyung kebelakang dan roboh hingga kepalanya membentur lantai.

Melihat korban kejang-kejang, pelaku panik dan memberikan percikan air, namun korban belum juga sadarkan diri. Karena takut, pelaku langsung menyerahkan diri ke Polisi.

“Dari hasil pengembangan, penganiaayaan ini sudah sering dilakukan pelaku, lantaran kesal dengan ulah suaminya. Akibat perbuatannya, pelaku diganjar hukuman 15 tahun penjara, dan denda maksimal Rp 3 miliar mengacu UU Nomor 17 tahun 2016 tentang Perlindungan Anak,” sebut Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKP Fandi Ba’u, Kasie Humas Iptu Ennas Firdaus. (dw/st)

(Visited 5 times, 1 visits today)

Komentar