oleh

Berbandrol 4,9 M, Proyek Rekonstruksi Drainase di Jl. Hasanudin 19 Diduga Tidak Sesuai Spesifikasi

Sulut Times , Manado : Proyek Pekerjaan Rekonstruksi Drainase di Tuminting berbandrol Rp. 4,9 M diduga amburadul.

Padahal Pekerjaan ini menghabiskan anggaran hampir 5 Milyar  (Rp4.910.464.537 ) yang bersumber dari dana Pinjaman Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN)..

Selain itu, pekerjaan di wilayah Tuminting tersebut menjadi perhatian khusus Walikota Manado Andrei Angouw karena Rawan banjir ditambah lagi dekat dengan Kantor Camat Tuminting.

Pekerjaan Rekonstruksi Drainase Jalan Hasanudin 19 yang dikerjakan oleh CV. Indhira Karya Manado diduga “amburadul” tidak sesuai spesifikasi

Pantauan suluttimes.com, pada saat pengecoran dinding Drainase, dalam keadaan penuh dengan air yang mengalir disaluran tersebut.

Padahal di lokasi tersebut memiliki empat mesin alkon, namun hanya digunakan satu alkon saja untuk menghisap air, yang mengeluarkan sedikit air saat di hisap oleh mesin alkon.

Baca Juga  Manado 148 Kasus Baru, di Sulut Lonjakan Mendekati 400 Kasus

Diduga pekerjaan drainase tersebut tidak memiliki lantai kerja untuk mendapat kemiringan mengalirnya air. Karena genangan air di lokasi tersebut sangat banyak dan tidak terserap.

Terpantau juga dilokasi pengerjaan tersebut tidak ada pengawas lapangan dari pihak PUPR kota Manado.

Dalam Permen PU nomor 12 tahun 2014 pasal 2 menjelaskan Penyelenggaraan Sistem Drainase Perkotaan yang memenuhi persyaratan tertib administrasi, ketentuan teknis, ramah lingkungan dan memenuhi keandalan pelayanan.

Menciptakan lingkungan permukiman yang sehat dan bebas genangan dan meningkatkan konservasi, pendayagunaan dan pengendalian air.

(Ryan)

(Visited 23 times, 1 visits today)

Komentar