Pra-Rekonstruksi Versi Tersangka Dan Para Saksi-saksi Kasus Pembunuhan Bemo Alias Indra Matheos

Sulut Times, Manado : Polresta Manado Laksanakan Rekonstruksi Kasus Pembunuhan Bemo Alias Indra Matheos Jumat (26/1/2024).

Pelaksana Rekonstruksi telah mendapatkan penjagaan ketat dari aparat kepolisian Polresta Manado.

Dasar Laporan Polisi Nomor : LP/B/1635/XII/2023/SPKT/Polresta Manado/Polda Sulawesi Utara, tanggal (18/12/2023).

Surat perintah tugas Nomor : SP.Gas/1591/XII/2023/Reskrim, tanggal 19 Desember 2023.

Surat perintah Penyidikan Nomor : SP.Sidik / 1590/ XII/2023/Reskrim, tanggal 19 Desember 2023.

Tersangka Noval.P.Nur alias Oval, untuk mengadakan jalannya Rekonstruksi di Kelurahan Ternate Baru Lingkungan IV Kecamatan Singkil Kota Manado, namun situasi dan kondisi tidak memungkinkan maka pelaksanaan Rekonstruksi telah dilaksanakan di Polresta Manado, dalam perkara Tindak Pidana penganiayaan yang menyebabkan matinya orang (Pembunuhan), yang terjadi pada hari Minggu tanggal 17 Desember 2023, sekitar jam 23.00 wita di kelurahan Ternate Baru Lingkungan IV Kecamatan Singkil Kota Manado, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 338 KUHPpidana sub 351 ayat (3) KUHPpidana.

Pada Rekonstruksi ada 23 peragaan dari fersi tersangka dan Para saksi-saksi.

Tim Kuasa Hukum dari pihak tersangka, Febri Hariadi SH, Adriansi Lontoh SH dan Arie Chandra SH.

Bahwa suda dilakukan Rekonstruksi tentang kejadian yaitu ada 23 adegan ada dua fersi yang ada, fersi dari keterangan saksi-saksi diambil oleh pihak kepolisian terhadap Saksi-saksi yang ada dan fersi dari klin kami yaitu saudara Opal, ucap Febri Hariadi SH.

Dan didalam 23 adegan tersebut ada hal yang kami kritisi yaitu di adegan ke 19 ada saksi 7 yang bernama JN, itu seharusnya didalam fersi Opal keterangan sebelumnya yang disampaikan kepada kami Kuasa Hukum bahwa JN dan Opal adalah satu sel tahanan,kata Febri.

Lanjut” JN melihat ketika Opal ditikam oleh saksi-saksi 3 yang membuat paha sebelah kanan Opal luka dan didalam adegan Rekonstruksi tidak dimunculkan, ini menurut penjelasan Opal kepada Kuasa Hukum, Pungkas Febri selaku tim Kuasa Hukum dari tersangka Opal ke media ini.

Kuasa hukum, yang menjadi keganjilan saksi 3 Ian adalah saudara kakak dari korban sempat diambil keterangan oleh Penyidik di adegan yang ada Ian menikam degan tombak pada adegan ke 19 dan melukai Tersangka Opal.

Kuasa hukum bahwa Ian suda dimintai keterangan tetapi tidak ditahan dan atau tidak adanya dilakukan proses Hukum, tutur Kuasa Hukum.

Dalam logika Hukum seseorang bersenjata tajam melakukan penyerangan bersama-sama kemudian terjadi korban dipihak mereka dan fersi di TKP adalah sebagian besar fersi dari Ian yang melakukan penikaman terhadap Klin kami yang dijadikan Tersangka, tegas Febri Hariadi SH.

Secara melawan Hukum Ian melakukan penganiayaan dan diperiksa tetapi tidak ditahan dan seseorang membawa senjata tajam bisa dijerat dengan undang-undang darurat apalagi melakukan dan melukai orang lain, terhadap kasus ini.

(jack lm/St).

(Visited 60 times, 1 visits today)

Komentar