Sulut Times, Jakarta: Seorang pengemis di China menerima transaksi digital untuk meminta uang. Pengemis tersebut akan menawarkan pindai kode QR bagi mereka yang ingin menyumbang tetapi tak memiliki uang tunai.
Hal itu diceritakan seorang pengguna Facebook saat berkunjung ke Beijing.
Dikutip dari CNN Indonesia Selasa (03/12/2019) , pengguna Facebook bernama Fazil Irwan menulis saat itu ia dan teman-temannya didatangi seorang nenek yang meminta uang.
Awalnya salah satu teman Irwan mencoba mengusir dengan mengatakan tidak membawa uang tunai. Namun ternyata sang nenek malah menawarkan metode sumbangan lewat cara digital.
“Tidak apa-apa, Anda bisa bayar melalui WeChat,” kata nenek itu.
Nenek tersebut kemudian mengeluarkan kartu dengan sebuah kode QR dan menuturkan ia menerima donasi melalui aplikasi media sosial tersebut. Akhirnya sumbangan pun diberikan.
Transaksi non-tunai di China pada umumnya menggunakan aplikasi media sosial WeChat dengan pembayaran melalui ponsel.
Media China Daily mengatakan fenomena ini telah berlangsung sejak 2017 silam. Sejumlah pengemis memang mulai meninggalkan metode tradisional dalam mendapatkan uang.
Berbekal kartu dengan gambar kode QR yang digunakan pada label yang dikalungkan maupun ditempelkan pada kaleng besi, mereka mulai menghidupkan budaya non-tunai dengan menerima donasi dengan pembayaran dari ponsel.
Komentar