Ditjen PKRL- KKP Gelar Bersih-bersih Pantai Tateli Minahasa Provinsi Sulawesi Utara


Sulut Times, Minahasa : Serentak Di seluruh Indonesia Peringati Hari Laut Se-Dunia, di Minahasa Sulawesi Utara

Victor Gustaf Manoopo,” selaku Direktur Jenderal Pengelola Kelautan dan Perikanan, secara resmi membuka kegiatan bersih-bersih pantai Tateli Minahasa, Sabtu (8/6/2024).

Gerakan Nasional bulan cinta Laut,sejak tahun 2022.

Tahun 2024 Gerakan Nasional bulan cinta Laut dilaksanakan secara serentak di 22 Kab/Kota seluruh Indonesia, bulan Juni (8/6/2024).

Peserta bersih pantai sebanyak 248 orang giat tersebut telah dihadiri dari unsur Pemerintahan terkait,” DLH Kabupaten Minahasa, DKP Minahasa, Dinas pendidikan Minahasa, Dinas Kelautan dan perikanan Provinsi Sulawesi Utara.

Juga dari perwakilan Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa, Masyarakat pesisir Desa Tateli Satu, para siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah Tateli, siswa SD Inpres Tateli, siwa SD Inpres Buntong, siswa SMP 14 Februari Buntong Tateli,” juga turut guru Pendamping.

Kegiatan bersih-bersih Laut di Kabupaten Minahasa berlokasi Pantai Desa Tateli Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara.

Dalam pelaksanaan bersih pantai, melibatkan anak-anak sekolah dasar dan masyarakat kurang lebih ada 300 orang.

Pemerintah Kabupaten Minahasa sangatlah mengapresiasi dengan upaya-upaya bersama seluruh pihak, perubahan perilaku masyarakat baik secara sadar dan sukarela menjaga Laut dari sampah.

Pada peringatan Hari Laut Se-Dunia tanggal 8 Juni 2024 ini mengingatkan kita kembali bahwa Indonesia sebagai negara maritim, memiliki posisi strategis dalam mengimplementasikan program ekonomi biru untuk mengelola sumber daya kelautan dan perikanan dan mulai penerapan 3R yaitu : (reduce,reuse, recycle),pemeliharaan sampah serta pemanfaatan untuk kerajinan tangan daur ulang.

Dengan sebuah sistem tata kelola sampah secara baik dan terintegrasi (good governance) dari hulu sampai hilir dengan konsep circular economy.

Laut yang bersih dan sehat memiliki potensi ekonomi yang dapat perikanan berorientasi ekspor, dan pembangunan kampung budi

  


Sulut Times, Minahasa : Serentak Di seluruh Indonesia Peringati Hari Laut Se-Dunia, di Minahasa Sulawesi Utara

Victor Gustaf Manoopo,” selaku Direktur Jenderal Pengelola Kelautan dan Perikanan, secara resmi membuka kegiatan bersih-bersih pantai Tateli Minahasa, Sabtu (8/6/2024).

Gerakan Nasional bulan cinta Laut,sejak tahun 2022.

Tahun 2024 Gerakan Nasional bulan cinta Laut dilaksanakan secara serentak di 22 Kab/Kota seluruh Indonesia, bulan Juni (8/6/2024).

Peserta bersih pantai sebanyak 248 orang giat tersebut telah dihadiri dari unsur Pemerintahan terkait,” DLH Kabupaten Minahasa, DKP Minahasa, Dinas pendidikan Minahasa, Dinas Kelautan dan perikanan Provinsi Sulawesi Utara.

Juga dari perwakilan Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa, Masyarakat pesisir Desa Tateli Satu, para siswa-siswi Madrasah Ibtidaiyah Tateli, siswa SD Inpres Tateli, siwa SD Inpres Buntong, siswa SMP 14 Februari Buntong Tateli,” juga turut guru Pendamping.

Kegiatan bersih-bersih Laut di Kabupaten Minahasa berlokasi Pantai Desa Tateli Kecamatan Mandolang Kabupaten Minahasa Provinsi Sulawesi Utara.

Dalam pelaksanaan bersih pantai, melibatkan anak-anak sekolah dasar dan masyarakat kurang lebih ada 300 orang.

Pemerintah Kabupaten Minahasa sangatlah mengapresiasi dengan upaya-upaya bersama seluruh pihak, perubahan perilaku masyarakat baik secara sadar dan sukarela menjaga Laut dari sampah.

Pada peringatan Hari Laut Se-Dunia tanggal 8 Juni 2024 ini mengingatkan kita kembali bahwa Indonesia sebagai negara maritim, memiliki posisi strategis dalam mengimplementasikan program ekonomi biru untuk mengelola sumber daya kelautan dan perikanan dan mulai penerapan 3R yaitu : (reduce,reuse, recycle),pemeliharaan sampah serta pemanfaatan untuk kerajinan tangan daur ulang.

Dengan sebuah sistem tata kelola sampah secara baik dan terintegrasi (good governance) dari hulu sampai hilir dengan konsep circular economy.

Laut yang bersih dan sehat memiliki potensi ekonomi yang dapat dikembangkan, baik oleh KKP maupun bekerja sama dengan pihak lain, tujuan konservasi, pendidikan dan pelatihan, wisata bahari berkelanjutan, perikanan tangkap terukur, dengan budidaya perikanan berorientasi ekspor, dan pembangunan kampung budi daya, maupun kegiatan ekonomi berkelanjutan lainnya.
                                          ((jlm/St)).

(Visited 3 times, 1 visits today)

Komentar