Sulut Times, (JAKARTA, 5 Oktober 2025) – PT PLN Indonesia Power (PLN IP), subholding pembangkitan terbesar di Asia Tenggara, genap berusia 29 tahun pada 3 Oktober 2024. Di usia hampir tiga dekade ini, PLN IP menegaskan peran pentingnya dalam memenuhi kebutuhan listrik nasional sekaligus memimpin percepatan transisi menuju energi hijau.
Visi Forward Looking Corporation
Dalam perjalanannya, PLN IP terus menghadirkan inovasi dan terobosan untuk memperkuat ketahanan energi nasional. Subholding ini turut mendukung visi holding PT PLN (Persero) untuk masuk dalam Top 500 Global Company dan menjadi perusahaan energi pilihan utama pelanggan, sejalan dengan arahan Menteri BUMN Erick Thohir.
Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, menilai bahwa PLN Indonesia Power kini telah mencapai fase baru sebagai perusahaan yang berorientasi ke masa depan.
“Pada usianya yang ke-29 tahun, PLN Indonesia Power telah bergeser dari perusahaan yang backward looking corporation menjadi forward looking corporation. Berbagai tantangan telah dihadapi dan diubah menjadi kekuatan untuk menatap masa depan,” ujar Darmawan.
Babak Baru Transformasi 2.0
Direktur Utama PLN Indonesia Power, Edwin Nugraha Putra, menyatakan bahwa tantangan yang dihadapi telah menjadi pijakan untuk melakukan lompatan besar.
“PLN Indonesia Power kini memulai babak baru dengan Transformasi 2.0 setelah berhasil melalui Transformasi 1.0. Kami ingin menjadi perusahaan yang lebih berkelanjutan (sustain) dan unggul dalam menjawab perubahan lanskap energi global,” ungkap Edwin.
Proyek Energi Bersih Skala Besar
Sebagai wujud nyata komitmen Transformasi 2.0 dan mendukung target Net Zero Emission (NZE) 2060, PLN Indonesia Power tengah menyiapkan sejumlah proyek energi bersih berskala besar:
- PLTA Jatigede berkapasitas 110 MW.
- PLTS Terapung Waduk Singkarak berkapasitas 50 MW.
- PLTS Saguling berkapasitas 60 MW yang menggandeng mitra global tier 1.
Pionir Ekosistem Hidrogen Nasional
Selain proyek pembangkitan, PLN IP juga berhasil menjadi pionir dalam pengembangan ekosistem hidrogen nasional. Perusahaan menghadirkan Green Hydrogen Plant Kamojang, yang fasilitasnya terintegrasi dengan Hydrogen Refueling Station (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Hidrogen) pertama di Indonesia, berlokasi di Senayan, Jakarta.
Dengan semangat transformasi dan inovasi berkelanjutan, PLN Indonesia Power menegaskan komitmennya untuk menjadi garda depan dalam mewujudkan NZE 2060 dan memperkuat posisi Indonesia di kancah energi bersih global.





























Komentar