Selain Pertashop, Pertamina juga memberikan dukungan 15.329 liter Biosolar Non Subsidi (Solar Industri) dan 5.950 liter Pertalite. Untuk membantu seluruh stakeholder yang memerlukan BBM untuk operasional yang berkaitan langsung dengan pemulihan pasca bencana.
Unit Manager Comm, Rel & CSR Pertamina Regional Sulawesi, Laode Syarifuddin Mursali mengatakan sejalan dengan prioritas utama dalam membantu normalisasi pasokan BBM dan LPG, sejak hari pertama (15/1), Pertamina telah melayani kebutuhan BBM pihak-pihak terkait yang bertugas melakukan pemulihan paska bencana agar dapat mempermudah mobilisasi dan mempercepat penanganan korban gempa.
“Dukungan untuk instansi yang menangani bencana ini kami maknai tidak sekedar kewajiban. Atas nama kemanusiaan kami memberikan upaya terbaik kami agar penanganan secara cepat dan tepat segera diberikan kepada korban gempa,”ujar Laode.
Sementara itu, Arianto Kasi Sumber Daya Basarnas Mamuju mengatakan dalam pelaksanaan tugas Basarnas, kami sangat bergantung pada kebutuhan BBM.
“Mewakili seluruh anggota yang bertugas dalam pelaksanaan Operasi SAR Gempa Mamuju, kami mengucapkan terimakasih. Karena Pertamina sudah menyiapkan kebutuhan kami dengan pelayanan yang cepat, dan menjadikan kebutuhan SAR sebagai prioritas,” ujar Arianto
Pelayanan penyediaan BBM untuk stakeholder utama pemulihan pasca gempa serta bantuan Bright Gas untuk dapur umum ini akan diberikan selama masa tanggap darurat yang akan berakhir 28 Januari 2021.































Komentar