Keberhasilannya dan tim untuk bertahan di tengah pandemi, diakui Qori, terutama dipengaruhi oleh dukungan dari kampus.

“Tahun ini kami berkesempatan menjadi satu dari 46 kelompok bisnis rintisan mahasiswa yang diberikan pembekalan dan pendanaan dari kampus. Selain dukungan finansial, kami juga mendapatkan kelas entrepreneur yang dilaksanakan secara reguler, seperti branding dan manajemen finansial. Kami juga dibimbing oleh satu orang mentor, Ibu Nursechafia, S.E., M.Ec., pakar di bidang kewirausahaan,” tutur Qori.
Ide usaha sambal pecel ini, telah dimiliki oleh Qori sejak ia duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Selama menempuh pendidikan di bangku Sekolah Menengah Atas (SMA), Qori juga melakukan produksi yang terus ia tingkatkan kualitasnya.
“Baru ketika kuliah dan dapat dukungan dari kampus lah, kami mulai mencoba memproduksi jenis produk lainnya dan melakukan ekspansi penjualan dengan memanfaatkan marketplace,” ujar mahasiswa angkatan 2019 tersebut.
Setidaknya empat produk dari brand Sambal Pecel Bung Karno telah dijual di pasaran, yakni: Bumbu Sate, Bumbu Tahu Telur, Sambel Pecel, dan Bumbu Gado-gado. Rasa yang otentik dan bahan baku yang premium, dikatakan Qori, menjadi salah satu keunggulan dari produknya dibandingkan dengan produk serupa dari brand lain.
Dibantu kedua rekannya, Nur Arifka, mahasiswa Teknik Sipil Universitas Pertamina, dan Millenia Shinta, mahasiswa Teknik Logistik Universitas Pertamina, Qori telah berhasil memasarkan produknya ke berbagai daerah di Indonesia seperti Sulawesi, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur.






























Komentar