Paslon 01 YSK – VM, Sosok Pemimpin Yang Konsisten Dengan Waktu

Sulut Times, Manado : Pasangan Calon Gubernur – Wakil Gubernur Nomor Urut 01 yang diusul Partai Gerindra yakni Yulius Selvanus (YSk) – Vicktor Mailangkay (VM) sangat konsisten dengan waktu.

Paslon YSK – VM selalu menjadi yang paling terdepan atau pertama hadir, di setiap kegiatan yang diselenggarakan oleh KPU Sulawesi Utara.

Disaat pendaftaran Bakal Pasangan Calon, Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Calon dan kali ini di kegiatan Sosialisasi Pilkada Damai Sulawesi Utara 2024 yang digelar KPU Sulut di lapangan basket kawasan Megamas, Paslon YSK – VM kembali menjadi Paslon pertama yang hadir.

Meskipun kegiatan Sosialisasi Kampanye Damai Sulut 2024 baru akan dimulai pukul 16.00 WITA, Paslon YSK – VM telah hadir pada pukul 14.30 WITA atau 90 menit lebih awal sebelum kegiatan dilaksanakan.

Eiter warga Sulut mengatakan, komitmen waktu yang diperlihatkan Paslon YSK – VM di setiap kegiatan, telah menunjukan bahwa mereka benar – benar serius untuk menjadi Pemimpin yang pertama atau terdepan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat.

“Pertama hadir di setiap kegiatan, menunjukan Paslon YSK – VM sangat bekomitmen dengan waktu. Keduanya memperlihatkan kepada masyarakat bahwa mereka siap menjadi yang pertama atau terdepan dalam memperjuangkan kepentingan rakyat jika dipercayakan sebagai Gubernur – Wakil Gubernur”, katanya.

Hal yang sama juga disampaikan Melky warga Minahasa, bahwa Paslon YSK – VM telah menunjukan figur sebagai seorang pemimpin yang tepat waktu dan tidak ingin melihat serta membuat rakyatnya harus menunggu dan menunggu kehadiran para pemimpin mereka, hanya karena tidak tepat waktu atau terlambat.

“Bukti kongkrit yang kami masyarakat rasakan, saat kegiatan Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Calon. Kegiatan yang telah di rencanakan KPU Sulut dimulai tepat pukul 16.00 WITA harus molor hingga hampir 1 jam hanya karena keterlambatan dari salah satu Paslon. Masyarakat pengguna jalan yang biasanya melewati jalan Diponegoro harus berputar arah karena jalan ditutup hingga Berjam – jam lamanya”, ungkap Melky

Melky menambahkan, jika budaya terlambat atau tidak tepat waktu ditunjukan oleh seorang pemimpin, pasti akan berimbas kepada pelayanan kepada masyarakat.

“Masyarakat harus menunggu lama, hanya untuk bertemu atau menyuarakan aspirasi atau keluhan kepada pemimpin mereka”, ungkapnya kecewa.

Pemimpin yang menghargai waktu dan tepat waktu adalah pemimpin yang menghargai masyarakatnya.

(Visited 194 times, 1 visits today)

Komentar