Sulut Times, Manado : Terkait dugaan pihak Sekolah menengah atas SMA Negeri empat 4 Manado mengeluarkan Siswanya, yaitu salah satu murid siswa dari proses belajar.
Pihak Sekolah Mengeluarkan Siswanya dari Sekolah, dengan alasan siswa tersebut sudah tidak bisa lagi dibina, atau banyak melakukan kesalahan di Sekolah.
Inisial D.A, murid kelas XII,mipa.1. ketika dikonfirmasi oleh sejumlah awak media, iya membenarkan terlambat Ke sekolah sehingga saya meloncati pagar sekolah masuk kelas mengikuti pelajaran pada hari Selasa tanggal 26 September 2023 dan pada hari Rabu tanggal 27/09/2023 mendapat surat dipulangkan ke orang tua” kata D.A.
Menurut D.A, ada juga dua 2 orang teman saya bernama inisial F.K. dan D.A.M. kami brtiga meloncati pagar sekolah, tetapi hanya saya yang dikeluarkan dari sekolah”tegas D.A.

Nancy Orang tua dari D.A sangat menyayangkan sikap pihak sekolah telah memberikan surat bahwa anak saya dikembalikan ke orang dengan alasan LOMPAT PAGAR dan menurut pihak sekolah anak saya telah melanggar tata tertib sekolah dan tak pernah masuk kelas”kata nancy.
Nancy menurut guru anak saya ada di sekolah tapi,hanya berkeliaran diluar sekolah, bawa kata anak saya kalau mau masuk kelas di keluarkan oleh oknum salah satu guru.
Dan saya keberatan anak saya dibuli oleh siswa sekolah tersebut, diduga diprofoksi oleh oknum guru mata pelajaran Prakarya, dan para siswa menolak anak saya untuk bersekolah di SMAN-4 Manado”tegas Nancy.
Marsel S, Silom,SE, UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Provinsi Sulawesi Utara, bahwa terkait permasalahan yang dimediasi saat ini untuk kebaikan kepentingan masa depan Anak, intinya kami melakukan penilaian dan mediasi belum ada titik disepakati oleh kedua belah pihak, kata Marsel.
Dan mediasi tersebut bukan hanya sekali bisa saja ada kelanjutannya, karena anak ini adalah kelas ujian sekolah terakhir juga sekolah punya aturan sendiri serta sesuai dengan undang-undang dan proses ini memberikan ruang bagi anak-anak yang terbaik”tutup Marsel.
Jaquelien Dien selaku kepala sekolah SMAN 4 Manado ketika di wawancarai oleh sejumlah awak media” mempertanyakan apa sebab anak siswa dikeluarkan dari sekolah dan atau kenapa dikembalikan ke orang tua.
Jawab Kepsek singkat saja, ini kan dalam mediasi akan ada proses lebih lanjut lagi.
Juga media mempertanyakan bahwa ada oknum salah satu guru yang memprovokasi memanfaatkan murid sekolah untuk melakukan penolakan bersekolah terhadap siswa D.A.” Kepsek menyatakan bahwa hal tersebut tidak benar para siswa kami melakukan BULI terhada D.A.
” tegas Kepsek SMA Negeri empat 4 Manado.
(jack lm/St/).






















Komentar