Sulut Times, Jakarta, 8 Januari 2022 – Dukung Energi Baru Terbarukan ( EBT) Universitas Pertamina Terangi Pesantren Dengan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengatakan, bauran EBT pada tahun 2025 mendatang akan didominasi oleh energi yang berasal dari tenaga surya atau matahari, yang dinilai sebagai sumber EBT paling berkelanjutan. Potensi energi tenaga surya di Indonesia disinyalir mencapai 200.000 MW.
Hingga Maret 2021, total jumlah pengguna pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) atap di Indonesia tercatat sebanyak 3.472 rumah tangga dengan total kapasitas daya listrik mencapai 26,51 megawatt peak (MWp). Disebutkan Asosiasi Energi Surya Indonesia (AESI) angka ini menunjukkan pertumbuhan positif mencapai 486,49 persen dalam tiga tahun terakhir. Namun, pertumbuhan ini masih didominasi oleh rumah tangga di daerah perkotaan.
Energi Baru Terbarukan (EBT)
Untuk dapat mengakselerasi pemanfaatan EBT di pedesaan, diperlukan dukungan dari semua pihak di berbagai level, termasuk di tataran perguruan tinggi. Sebagai kampus teknologi dan bisnis energi, Universitas Pertamina turut serta berkontribusi mendukung target bauran EBT. Salah satunya, Program Studi Teknik Mesin membantu kebutuhan listrik dengan Solar Photovoltaic (Solar PV) bagi santri-santri pondok pesantren Shirotul Huda di Desa Leuwidamar, Lebak, Banten.
“Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini dilakukan sebagai bentuk integrasi antara materi perkuliahan yang diberikan di kelas dengan kebutuhan perkembangan energi di masyarakat. Selain melibatkan peran dosen, kami juga turut serta mengajak para asisten laboratorium dan mahasiswa Program Studi Teknik Mesin untuk mempraktekan secara langsung pembelajaran di mata kuliah Teknologi Energi dan Rekayasa Energi Matahari,” ungkap Sylvia Ayu Pradanawati, Ph.D., ketua pelaksana PkM sekaligus dosen pengampu mata kuliah dalam wawancara daring, Kamis (06/01).


























Komentar