Wartawan Tidak Diijinkan Masuk  oleh Security Sman-4 Manado Menemui Kepala Sekolah

Sulut Times, Manado : Tak diizinkan masuk kedalam sekolah di karenakan  Kepala Sekolah ada tamu, dan pihak Security mempersilahkan untuk menunggu diluar, kami beritahu dulu ke Kepsek, ucap Security Senin (6/11/2023).

Ada beberapa wartawan menunggu diluar, tetapi Security tersebut bukannya masuk kedalam sekolah untuk memberitahu kepsek, tetapi hanyalah duduk depan pintu gerbang Sekolah.

Para wartawan sudah menunggu dari jam 09:00 s/d jam 10 : 30 tak ada petunjuk yang jelas dari Security.

Sementara itu , beberapa wartawan menghubungi Kepala Bidang Pendidikan provinsi Sulawesi Utara untuk mendapatkan penjelasan tentang masalah siswa dikeluarkan dari sekolah sman-4 Manado.

Mengenai siswa di kota manado  sulawesi utara tega dikeluarkan dari sekolah hanya lantaran lompat pagar dan sering tertidur di dalam ruang kelas, hingga kini dia hanya murung di rumah karena ketinggalan pelajaran.

Siswa tersebut lompat pagar untuk masuk ke dalam kelas mengikuti pelajaran karena terlambat pintu gerbang suda tertutup, ucap Daniel

Dan sejak  27 September 2023 anak saya telah dilarang untuk masuk kedalam sekolah, dengan kata lain suda dipulangkan ke orang tua” ucap Nancy Pongoliu Ibu dari Daniel.

Daniel ananta seorang siswa kelas 12 / sma negeri 4 manado terpaksa hanya murung dan diam di rumah lantaran dikeluarkan dari sekolah tempat dia belajar.

Mirisnya dia dikelurakan dari sekolah hanya gara-gara melompat pakar karena pintu gerbang telah di tutup saat datang ke sekolah dan sering ketiduran di dalam kelas.

Sekolah harusnya mendidik dan mengajari anak-anak agar mendapatkan pendidikan yang layak justru dia diperlakukan diskriminasi dan mendapatkan buling dari guru maupun teman-temannya.

Nansy pongoliu, ibunda daniel mengatakan,  anaknya hampir dua bulan berdiam diri di rumah dan sering murung karena sikologinya terganggu.

Menurutnya berbagai upaya telah dilakukan termasuk melaporkan ke unit pelaksana teknis daerah, uptd dinas pemberdayaan perempaun dan perlindungan anak pemprov sulut agar anaknya bisa kembali bersekolah di sma tersebut namun belum membuahkan hasil.

Dia berharap agar pemerintah, khususnya kementrian pendidikan bisa mengambil langkah agar anaknya bisa kembali bersekolah dan mendapatkan pendidikan yang layak seperti anak-anak lain.

Sementara itu, pihak sekolah saat di konfirmasi awak media terkesan tertutup dan engan memberikan keterangan.

Kepala bidang sma, dinas pendidikan Provinsi sulawesi utara Sriratna Pasiak

saat dikonfirmasi mengatakan bahwa,  siswa d-a tidak hanya melakukan pelanggaran lompat pagar dan sering tidur di dalam kelas tapi juga tidak masuk sekolah  tercatat 41 kali, sudah membuat surat pemanggilan orang tua dan pernyataan.

Namun dinas tetap memfasilitasi agar dia bisa kembali bersekolah di sekolah lain yang diinginkanya dan orang tua.

(jack lm/St).

(Visited 144 times, 1 visits today)

Komentar