Awal Desember, Sulut Masuki Musim Penghujan

Rakor penguatan penanganan bencana di Sulut

Sulut Times, Manado – Kepala Sub Bidang Analisis dan Informasi Iklim Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Adi Ripaldi menyatakan hujan tidak turun merata di semua wilayah karena bentang alam Indonesia sangat bervariasi memicu keragaman cuaca.
“Hujan belum merata karena topografinya, ada lembah puncak, daratan, dan sebagainya. Kondisi permukaan laut kita terlalu dingin sehingga tidak menguap membentuk awan, hujan hanya terjadi di spot-spot (titik-titik) tertentu saja,” katanya konferensi pers di kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana di Jakarta, Jumat (29/11/2019).
Sejauh ini, baru 16 persen wilayah Indonesia yang memasuki musim hujan.
Untuk Sulawesi Utara dan beberapa daerah lain menurut dia, umumnya baru memasuki musim penghujan pada awal sampai pertengahan Desember.
Dampak buruk dari mulainya musim penghujan turut menjadi pembahasan saat rapat koordinasi yang dihadiri Kepala Biro Kesra Setdaprov Sulut dr Kartika Devi Kandouw-Tanos, Deputi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BNPB Lilik Kurniawan dan Asisten Deputi Pengurangan Resiko Bencana Kemenko PMK RI Iwan Eka Setiawan serta para Kepala BPBD, Kepala Dinas Kesehatan, Kepala Bagian Kesra Kabupaten/Kota, unsur Perangkat Daerah, TNI/Polri, Basarnas, PMI, Tagana serta Relawan Bencana/Pemerhati/Ormas/LSM Bidang pendidikan penanggulangan bencana belum lama ini.
Dalam rapat tersebut, Wagub Sulut, Steven Kandouw menerangkan bahwa Sulut adalah salah satu daerah di Indonesia yang mempunyai potensi bencana yang paling lengkap dan paling rawan.
“Karena Sulut dalam wilayah yang memiliki kondisi geografis, geologis, hidrologis dan demografis yang memungkinkan terjadinya bencana dengan frekuensi tinggi,” kata Kandouw.
Karenanya, Kandouw menegaskan pentingnya pelaksanaan Rakor penguatan penanganan bencana di Sulut.
“Menurut hemat saya kiranya kegiatan ini jangan hanya setahun sekali, tapi tiga kali dalam setahun kegiatan ini selalu dilaksanakan, dilanjutkan dengan latihan. Karena dengan latihan kita bisa tahu apa yang kita perlukan,” ungkap Kandouw.

(Visited 10 times, 1 visits today)

Komentar