Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Franky Donny Wongkar, SH (FDW) dengan bangga menghadiri kegiatan Wisuda Sekolah Lansia Smart Pakalowiren di BKL Kasama’an Kampung KB Desa Munte, Kecamatan Tumpaan, Kabupaten Minsel, Jumat (19/04/2024).
Diketahui kegiatan Wisuda Sekolah Lansia ini adalah yang pertama kali dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) dan untuk Sekolah Lansia “Smart Pakalowiren” Desa Munte Tahun 2024 telah memenuhi 12 kali pertemuan dengan 12 materi.
Kegiatan ini juga diserahkan Biaya Penyelenggaraan Orientasi untuk 546 orang pendamping keluarga Se-Kabupaten Minsel, dalam rangka Percepatan Penurunan Stunting, dari perwakilan BKKBN Provinsi Sulut kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minsel.
Adapun tujuan sekolah Lansia adalah untuk meningkatkan kualitas kegiatan kelompok BKL dalam mewujudkan Lansia tangguh, meningkatkan pemahaman Lansia tentang konsep Smart dalam lingkup 7 dimensi Lansia tangguh (Spiritual, Fisik, Emosional, Intelektual, Sosial, Professional Vokasional dan Lingkungan).
Meningkatkan pengetahuan Lansia tentang proses menua sehat dan sakit, meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan perilaku Lansia tentang kesehatan fisik dan mental, meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan perilaku Lansia tentang kehidupan sosial dan ekonomi, meningkatkan pengetahuan, keterampilan dan perilaku Lansia tentang lingkungan yang mendukung kehidupan Lansia, Desa Munte masuk kedalam 29 Desa dalam predikat kampung keluarga berkualitas (Desa Kriteria Berkelanjutan).
Secara umum undang-undang nomor 13 Tahun 1998 tentang kesejahteraan Lanjut Usia (Lansia) menjelaskan bahwa Lansia adalah seseorang yang telah mencapai usia 60 Tahun ke atas dan saat ini pertumbuhan jumlah penduduk Lansia dapat menjadi potensi untuk pembangunan.
Hadirnya program sekolah Lansia Bina Keluarga Lansia (BKL) menjadi salah satu solusi dalam meningkatkan potensi Lansia, dimana sekolah Lansia ini merupakan upaya pendidikan secara non formal yang dilakukan sepanjang hayat bagi Lansia, khusunya bagi Lansia yang masih potensial di dalam keluarga dan masyarakat untuk mewujudkan Lansia yang “Smart” (Sehat, Mandiri, Aktif, Produktif, Dan Bermartabat) melalui 7 dimensi Lansia tangguh yakni dimensi spiritual, fisik, emosional, intelektual, sosial kemasyarakatan, profesional vokasional dan dimensi lingkungan.
Hadir dalam kegiatan ini kepala perwakilan BKKBN Provinsi Sulut Ir. Diano Tino Tandaju, M.Erg., bersama jajaran, Forkopimda Kabupaten Minsel atau yang diwakili, kepala LPP TVRI Sulut I Ketut Sutakariana, kepala Lapas Kelas III Amurang Fentje Mamirahi, S.Pd, para Penyuluh KB dan Pokja Kampung KB.
Turut mendampingi Bupati Minsel FDW yaitu : Sekretaris Daerah, para Asisten Sekda, para Kepala Perangkat Daerah, para Camat, para Kepala Puskemas dan para Hukum Tua se-Kecamatan Tumpaan.
(Jovan*)
























Komentar