Sulut Times, MINSEL – Bupati Minahasa Selatan (Minsel) Franky Donny Wongkar, S.H., Selasa (04/11/2025), menghadiri sekaligus membuka secara resmi Kegiatan Mini Lokakarya Percepatan, Pencegahan dan Penurunan Stunting Tahap III (Tiga) serta Sosialisasi 7 Dimensi Lansia Tangguh Tahun 2025, yang bertempat di Kantor Camat Amurang.
Dalam kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minsel menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, dan keluarga dalam mendorong percepatan penurunan stunting serta peningkatan kesejahteraan lansia di tahun 2025.
Bupati Minsel menekankan bahwa upaya percepatan penurunan stunting dan penguatan ketahanan keluarga merupakan prioritas nasional sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang Percepatan Penurunan Stunting. Di tingkat daerah, komitmen ini diwujudkan melalui Peraturan Bupati Minsel Nomor 14 Tahun 2023 tentang Peran Desa dalam Pencegahan dan Penurunan Stunting Terintegrasi.
“Pastikan setiap anak yang lahir di Minahasa Selatan tumbuh dalam lingkungan yang mendukung kesehatannya, mendapat asupan gizi yang cukup, dan dibesarkan dengan kasih sayang dalam keluarga yang harmonis,” ujar Bupati Minsel dalam sambutannya.
Lanjut, Bupati menyampaikan bahwa Pemkab Minsel telah melakukan berbagai langkah nyata dalam mendukung upaya penurunan stunting, antara lain melalui Gerakan Aksi Bergizi bagi Remaja Putri, Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), dan Gerakan Ayah Teladan Indonesia (Gati). Selain itu, pemerintah juga memperkuat layanan kesehatan, pemeriksaan gizi, serta pembangunan fasilitas sanitasi yang layak di masyarakat.
Kegiatan hari ini turut dirangkaikan dengan Sosialisasi 7 (Tujuh) Dimensi Lansia Tangguh, sebagai wujud kepedulian pemerintah terhadap kelompok usia lanjut yang menjadi bagian penting dalam pembangunan keluarga dan sosial masyarakat. Program ini merupakan bagian dari Program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) yang menekankan perhatian berkelanjutan terhadap seluruh siklus kehidupan — mulai dari anak, remaja, dewasa, hingga lansia.
Adapun tujuh dimensi yang disosialisasikan meliputi aspek spiritual, emosional, fisik, sosial kemasyarakatan, kognitif, profesional/vokasional, dan lingkungan.
Turut hadir dalam kegiatan ini Kapolsek Amurang, Johanis Montolalu, Danramil 1302-14 Amurang, Lettu Infanteri Jantje Marthen Wulur, Kepala Puskesmas Amurang, dr. Marini Baguna, bersama tenaga gizi dan tenaga Kesehatan, Ketua IPKB Provinsi Sulawesi Utara, Olivia Lora Lolowang, S.Pd., selaku narasumber yang juga merupakan Penyuluh KB Kecamatan Tumpaan, Peserta kegiatan terdiri dari para lurah, hukum tua, dan pendamping desa se-Kecamatan Amurang; pengurus TP-PKK Kecamatan Amurang; para lansia, penyuluh KB, kader Tim Pendamping Keluarga (TPK), kader Bina Keluarga Lansia (BKL); serta para tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh perempuan se-Kecamatan Amurang.
Bupati Minsel turut didampingi oleh Plt. Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Frelly Turangan, S.ST., beserta jajaran; Staf Ahli Bupati Bidang Pembangunan, Ekonomi, dan Keuangan, Joins Langkun, S.H., M.Si.; serta Camat Amurang, Petrus Ulaan, S.T. bersama unsur Forkopimcam Amurang.
Melalui kegiatan ini, Pemkab Minsel terus menunjukkan komitmen kuat dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, produktif, dan berdaya saing, demi mewujudkan Minsel yang Maju, Sejahtera, dan Berkepribadian. (Mintje)
























Komentar