Darma Baginda: 2 Tahun Dibiarkan Pihak Tol PP, Dampak Banjir di Rumah Warga Kakenturan Bitung

SULUTTIMES.COM, Bitung — Akibat jalan Tol membuat luapan banjir tergenang dirumah warga, sehingga warga keluhkan jalan tol yang membuat saluran air (drainase) buntu tidak ada pembuangan sampai sekarang sudah 2 tahun belum ada tanggapan dari jasa Marga pihak tol. Kalau hujan menggenangi rumah warga yang berada di Kakenturan Satu dan Kakenturan dua Kecamatan Maesa Kota Bitung, Kamis (07/10/2021).

Hasil telusuran awak media SULUTTIMES.COM, terpantau memang benar bahwa pembuatan jalan tol di Kecamatan Maesa Kelurahan Kakenturan ketika hujan warga ketakutan karena tidak ada pembuangan air hujan, jalan air saluran buntu. Ini akan membahayakan nyawa warga Kakenturan, Kecamatan Maesa.

Adapun konfirmasi awak media, Camat Maesa enggan memberi jawaban terkait dampak jalan tol ke warganya, ketika hujan air saluran tergenang, namun Camat Herny M Posumah membenarkan hal tersebut, “Memang saya sudah pernah datangi ke pihak jalan tol, jasa marga namun selalu berdali, mereka katakan masih dalam proses pengerjaan kata mereka ke kami namun kata mereka akan membantu buatkan saluran dan sumur serapan, semestinya mereka sudah ada analisa dampak lingkungan sebelum mereka bekerja, dan sudah ada perencanaan, ketika hujan sudah ada antisipasi bukan nanti kita yang mengusulkan terkait dampak jalan tol ke pihak terkait, “sebut Camat Maesa.

Baca Juga  Kolang : Pelantikan 7 Kepsek Oleh PJS Walikota Bitung "Cacat Hukum"

Ketika awak media SULUTTIMES.COM temui pemerintah kelurahan setempat, Endalita Kansil membenarkan kalau memang di Kelurahan Kakenturan Satu hampir rata-rata terkena dampak banjir luapan jalan tol, bahkan ada drainase buntu akibat jalan Tol diwaktu hujan akan tergenang air di rumah warga. Lurah mengatakan, “Memang di Kelurahan Kakenturan sudah terlalu banyak dampak luapan panjir bahkan sampai di depan Kantor Lurah sendiri ketika hujan terjadi banjir di depan kantor sehingga sampai rusak drainase didepan kantor kita apalagi kantor kita beraktifitas setiap hari, dilihat hari-hari sampai saat ini belum terealisasi. Belum ada tanggapan dari rol, “ujar Lurah setempat.

Tambahnya lagi, “Memang kita sudah menyurat ke pihak tol (jasa marga) dan yang mengetahui adalah camat kita, Camat sudah tanda tangan dan saya sendiri juga sudah tanda tangan, apalagi suratnya sudah ditandatangani oleh warga yang mengeluhkan tentang dampak dari luapan banjir jalan tol, “tutur Lurah Endalita Kansil.

Baca Juga  Walikota MJL Letakan Batu Pertama Pembangunan Ruang Serbaguna MTs Negeri 1 Bitung

Lebih lanjut lagi, “Padahal kami perna lakukan rapat, kami undang jasa marga, baik dari kantor PP beberapa,. terkait keluhan masyarakat dampak luapan banjir tersebut, kami melakukan kesepakatan bersama dengan Jasa Marga, kantor PP pihak tol, LMA, PU, PERKIM, BPBD, dan kami bersepakat bersama dari bulan Desember tahun 2019 dan camat kita waktu itu Seferson Sumampouw, kesepakatan kita semua yang menjadi kerusakan akibat banjir itu tanggung jawab pihak jasa marga. Tetapi sampai sekarang belum ada tanggapan saya saja sudah bolak balik ke Dinas terkait agar ada jawaban namun nihil, “ucap Lurah Kansil.

Darma baginda, yang adalah pemerhati sosial masyarakat Kota Bitung, angkat bicara terkait dampak banjir yang menggenangi rumah warga di kelurahan Kakenturan satu maupun Kakenturan dua, sebutnya kepada awak media, “Ini tidak bisa dibiarkan karena begitu hujan semua saluran mengalir di rumah warga Kakenturan satu, kenapa hanya dibiarkan oleh Pemerintah tentang keselamatan masyarakat, dimana hati kalian untuk kenyamanan warga yang sampai saat ini warga ketakutan kalau ada hujan pasti banjir lagi. Takutnya nanti kalau terjadi hujan deras di malam hari ini akan memakan korban jiwa warga di Kelurahan Kakenturan apakah ini disengajakan oleh Kantor PP pihak Tol tersebut atau (Jasa Marga) nanti ada korban baru ada tindakan, seperti itukah tindakannya, “tegas Darma Baginda.

Baca Juga  Darma Baginda: Kota Bitung Gelap Mati Lampu Tidak Layak Kota Terang, Lampu Jalan Mati

Yang mewakili warga dimana ditempat kejadian banjir adalah Polda Lera yang terdampak luapan banjir dari tol karena tidak ada pembuangan air ketika hujan, awak media wawancara dengan warga, mereka menyampaikan, ” Kami sudah mengalami kejadian ini kurang lebih 2 tahun, Hujan turun sampai banjir dirumah kita, dan tertampung air di rumah-rumah kita, tidak ada pembuangan karena jalan tol sudah hambat, dan air mengalir semua mengarah di rumah kita kami kuatir ini akan membahayakan kita, kami minta kepada Pemerintah agar dibuatkan saluran (drainase), agar begitu hujan tidak menggenangi rumah kita lagi, dan supaya kita aman di sini, “ucap Polda Lera.

FerryM/GR Tim,.

(Visited 18 times, 1 visits today)

Posting Terkait

Baca Juga

Komentar