DPPKB Minut Gelar Mini Lokakarya Penanganan Stunting di Wori

Suluttimes.com, AIRMADIDI – Ketua Satgas Stunting Minahasa Utara (Minut), Denny Lalamentik mengatakan, Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Pemkab Minut melakukan mini lokakarya penanganan dan pencegahan Stunting di Kecamatan Wori, Senin (28/11/22).

Dalam kegiatan mini lokakarya tersebut, tim satgas bertatap muka dengan pemerintah setempat, maupun stakeholder.

“Sesuai data pengukuran stunting yang dimilik DPPKB Minut di bulan Februari ada 74 anak. Data bulan Agustus di tahun yang sama berjumlah 86 terdampak masalah Stunting di Kecamatan Wori. Yang bisa keluar dari masalah ini berjumlah 55 balita,” beber Lalamentik.

Diakuinya, sejauh ini sudah tertangani oleh kader-kader kesehatan yang bertugas dalam kegiatan Posyandu di Kecamatan, antara lain dengan dibuatkan dapur sehat (Dapsat).

Baca Juga  Kapolres Minut Pantau Langsung Vaksinasi di Wilayah Tambang Tatelu

“Di Kecamatan Wori tidak ada bantuan swasta (Perusahaan), akan tetapi memaksimalkan bantuan Dandes guna penanganan stunting. Kenaikan kasus dianggap ada kelalaian atau kurangnya kesadaran orang tua membawa anak di Posyandu,” terang Lalamentik.

Lalamentik menambahkan, sejumlah faktor yang bisa mempengaruhi terjadinya anak atau balita mengalami kekurangan gisi, antara lain faktor lingkungan, pemahaman atau pengetahuan orang tua, kemampuan ekonomi berdampak terhadap pemberian gisi.

“Ada kartu petunjuk sehat, misalnya warna Hijau tergolong aman, warna Kuning bisa secepatnya ditangani atau dilakukan pencegahan agar tidak terjadi stunting,” tambahnya. (dw/st)

(Visited 10 times, 1 visits today)

Komentar