Oleh: Ronald Ginting
Sulut Times, Manado – Kota Manado mengalami deflasi keempat kali secara berturut-turut sejak Januari hingga April 2020. Hal ini disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik Sulut Ateng Hartono, saat penyampaian BRS via streaming, Senin (4/5).
“Manado untuk keempat kalinya secara beruntun mengalami deflasi. Dan pada April 2020 mengalami deflasi sebesar 0,21%. Padahal tahun lalu deflasinya hanya tiga bulan berturut-turut,” tegas Ateng.
Ateng menambahkan secara tahun kalender, Manado mengalami deflasi 1,24%. Sementara secara year on year, Manado mengalami inflasi 2,68%.
“Penyumbang deflasi tertinggi yaitu angkutan transportasi udara yakni sebesar 3,26% atau deflasi 0,39% dari total deflasi April kemarin,” tambah Ateng.
Selain transportasi udara, ikan tude turut andil menyumbang deflasi Manado sebesar 0,1063%, dan pulsa sebesar 0,0567%,” papar Ateng.
Dia menyebutkan untuk penyumbang inflasi pada bulan lalu ialah perawatan sebesar 1,52%. Kemudian makanan dan rokok sebesar 0,47%.
“Terakhir, kesehatan inflasi 0,66%,” sebut dia.
Untuk komoditi yang mengalami kenaikan harga yaitu beras 0,18%, cabai 0,17%, serta emas 0,0984%. “Khusus beras, selaras dengan adanya kebijakan work from home, sehingga beras banyak dicari,” tukasnya.
Deflasi Kota Manado ini juga merupakan deflasi terdalam dibandingkan kota-kota lainnya di Sulawesi. (gtg)

























Komentar