Kapolres Talaud AKBP Alam Kusuma S. Irawan dan Dandim 1312/Talaud Letkol Czi Irawan Gupta rochman, N.,S.T., M.M. saat memantau APMS Beo yang terbakar, Kamis (30/04/020).
Api yang membakar tempat pengisian BBM (APMS) milik UD. Hans Latjandu di Kelurahan Beo Barat pagi tadi akhirnya berhasil dipadamkan.
Proses pemadaman awalnya dilakukan oleh personil Kepolisian Sektor Beo bersama TNI dibantu warga sekitar hanya dengan menggunakan alkon air. Sekira setengah berselang, tiba mobil pemadam kebakaran dari Melonguane dan langsung membantu memadamkan api.
“Saat ini api sudah padam, TNI – Polri gotong royong mengangkat sisa puing – puing bagunan yang terbakar serta melakukan olah TKP di lokasi yang terbakar,” ucap Kapolres Talaud AKBP Alam Kusuma S. Irawan usai memantau langsung lokasi kebakaran bersama Dandim 1312/Talaud Letkol Czi Irawan Gupta rochman, N.,S.T., M.M.
Sementara itu, terkait penyebab kebakaran, Kapolsek Beo Ipda Johan Atang mengatakan bahwa kebakaran itu itu dipicu oleh percikan api dari anti nyamuk padat yang diletakan di kolong meja kasir saat pengisian BBM sedang berlangsung.
“Pada saat melakukan pelayanan pengisian BBM, perempuan Meilani Latjandu (25), yang merupakan kasir di APMS itu, menyuruh salah satu karyawan, Prasetyo Canago Tandes, untuk memasang anti nyamuk di bawah meja tempat duduk kasir.”
Kemudian, lanjut Ipda Johan, “saksi langsung menurutinya dan memasang anti nyamuk di bawah meja kasir dengan menggunakan macis gas dan pada saat anti nyamuk sudah terpasang saksi terlebih dahulu mematikan macis, dan karena saksi melihat anti nyamuk masih menyala maka saksi mematikanya, namun secara tiba-tiba ada api yang menyebar dari bawah kolong meja tempat duduk kasir dan dengan cepat menyebar dan menghanguskan bangunan”.
Akibat kejadian ini, pemilik APMS merugi sekira Rp300 juta.
“Akibat kejadian ini, kerugian ditaksir kurang lebih 300 juta, karena hanya bangunan yang terbakar,” tutup polisi.
























Komentar