Gugus Tugas Pastikan Lab PCR BTKLPP Manado Aman Bagi Masyarakat Sekitar

Oleh: Ronald Ginting

Sulut Times, Manado – Balai Teknik Kesehatan Lingkungan dan Pengendalian Penyakit (BTKLPP) Kelas I Manado, sudah mulai digunakan sebagai laboratorium dalam memeriksa sampel swab pasien. Namun bagi beberapa warga sekitar, dengan beroperasinya laboratorium yang menggunakan tes real time polymerase chain reaction (PCR), malah menimbulkan kepanikan. Mereka khawatir apakah nantinya tak akan membahayakan warga yang tinggal tak jauh dari lab tersebut.

Hal ini langsung dibantah Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Sulawesi Utara, dr Steaven Dandel. Dandel menegaskan lab PCR BTKLPP itu aman dari pencemaran lingkungan dan lain sebagainya.

“Sangat aman. Mengapa demikian? Karena SOP di sana itu sudah sesuai dengan standar World Health Organization (WHO),” ucap Dandel, Minggu (3/5).

Baca Juga  Seriusi Pengembangan Sister City, Lomban Sambangi City of Gold Coast

Dandel menyebutkan sebelum beroperasi, semua persyaratan yang sesuai regulasi yang ditetapkan, memang harus dipenuhi. Makanya lab ini baru running pada hari ini.

“Kita persiapkan semuanya sesuai dengan prosedur, sehingga baru digunakan sekarang ini,” jelas Dandel.

Dandel menambahkan lab yang terletak di Kecamatan Mapanget itu, memiliki kapasitas sekitar 90 sampel untuk sekali running. Pemeriksaannya pun memerlukan waktu 9 hingga 12 jam sekali running.

“Kita buat dua shift, supaya bisa sekitar 180 sampel ini diperiksa sepanjang 1×24 jam,” ujarnya lagi.

Dia juga bilang bahwa kabupaten kota atau pihak rumah sakit tidak akan mengirimkan langsung ke lab ini, melainkan satu pintu melalui Dinas Kesehatan Sulut. “Semua dikirim ke kami dulu di Dinkes Sulut. Setelah itu kita register, kita berikan label agar tak terjadi kelalaian tertukar sampel,” lanjut dia.

Baca Juga  Fatoni Terima Aspirasi Tertulis KSBSI

Usai itu, baru sampelnya dikirim ke lab tersebut. “Setelah diperiksa, juga sama saat proses pemberian. Yakni dari lab mengirimkan ke kami, kami pun mengonfirmasikan kepada gugus tugas pusat hasilnya seperti apa. Mereka yang nantinya berhak mempublikasikan kepada masyarakat hasil lab seperti apa, baru kami meneruskan hasilnya ke kabupaten kota maupun ke rumah sakit,” paparnya.

Dia turut menyampaikan bahwa pada pelaksanaan di lab itu, pihaknya menggandeng salah satu konsultan yang berkualitas. “Kualitasnya ialah bersertifikasi yang sesuai dengan SOP dari WHO,” imbuhnya mengakhiri. (gtg)

(Visited 23 times, 1 visits today)

Komentar