Sulut Times, Manado: Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnkertrans) berkomitmen untuk mengurangi resiko eksploitasi ketenagakerjaan di atas kapal perikanan.
Hal tersebut terangkum dalam Workshop Penguatan Kapasitas Pengawas Ketenagakerjaan Mendeteksi Resiko Eksploitasi Ketenagakerjaan diatas Kapal Perikanan disalah satu hotel berbintang di Kota Manado, Selasa (09/03/2021).

Kegiatan yang difasilitasi oleh Yayasan Plan Internasional Indonesia dibuka oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulut, Erny Tumundo yang juga didaulat sebagai Narasumber.

Tumundo kepada media ini mengatakan bahwa kegiatan tersebut sangat penting karena bertujuan untuk melindungi Awak Kapal Perikanan (AKP) dari Kerja paksa dan perdagangan orang melalui perbaikan dan penguatan regulasi, koordinasi dan kerja sama antar pemangku kepentingan, menurunkan praktek kerja paksa di kapal perikanan tangkap dan meningkatkan kesadaran AKP tentang hak dan kondisi kerja yang layak.
Turut hadir sebagai narasumber Nono Sumarsono (SAFE seas Project Director) dan
Bambang Pramono Setyo, Mselaku Kepala Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) Tegalsari, Jawa Tengah.
Dalam kegiatan ini dihadiri pula Pejabat Struktural Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan, Bidang Hubungan Industrial, Pegawai Pengawas Ketenagakerjaan dan Mediator Hubungan Industrial di lingkungan Disnakertrans Sulut.






























Komentar