Imbas Pembangunan Jalan Tol Manado – Bitung, Rumah Seorang Janda Tinggal Menunggu Roboh

Sulut Times, Bitung : Ibarat jatuh dan tertimpa tangga, seperti inilah nasib seorang Janda bernama Sherly ‘Nini’ Tangka warga Kota Bitung.

Sejak ditinggalkan suaminya hampir tiga (3) tahun, dirinya harus merangkap tanggung jawab sebagai Kepala Keluarga sekaligus Ibu Rumah Tangga bagi kedua anak, anak mantu dan 3 orang cucunya yang masih kecil – kecil.

Ibu Janda Sherly ‘Nini’ Tangka warga Kelurahan Wangurer Barat Lingkungan IV RT 19 Kecamatan Madidir Kota Bitung, kini hanya bisa menatap sedih rumah yang dibangun bertahun – tahun dari hasil suar keringat bersama almarhum suaminya Jimmy Rompas (Buang Aceng) tinggal menunggu waktu roboh.

Ibu Janda Nini mengatakan, kondisi rumahnya menjadi seperti ini, disebabkan pembangunan Jalan Tol Manado – Bitung.

Baca Juga  Belum Ada Tren Penurunan, Sudah 2.580 Kasus Terkonfirmasi di Sulut

Kepada Sulut Times, Nini mengungkapkan, bahwa masalah ini sudah di laporkan kepihak Perintah Kelurahan Wangurer Barat dan juga beberapa ke pengawas proyek pembangunan Jalan Tol Manado – Bitung, sejak bulan Juni lalu.

Baca Juga :

Adapun langkah dari Pemerintah Kelurahan yakni memfasilitasi pertemuan dengan pihak pembangunan Jalan Tol Manado – Bitung.

Namun sayang, pihak pengawas proyek bernama Adrian yang telah melihat langsung kondisi rumahnya pada bulan Juni dan bahkan telah mengambil gambar Dokumentasi sebagai bukti untuk dilaporkan ke pimpinannya, ternyata hanya sebatas janji dan sekedar datang saja.

“Setiap kali dihubungi, hanya mengatakan sudah disampaikan ke pimpinan dan minta untuk bersabar karena pihak Jalan Tol pasti akan merenovasi rumah ibu, .Namun sampai sekarang tidak ada buktinya sama sekali”, ungkapnya dengan Nada Dan taut muka kecewa.


Menurutnya, dari laporan sejak bulan Juni sampai sekarang sudah hampir akhir bulan November sudah lebih dari 5 bulan.

“Permasalahan yang sedang saya hadapi ini sudah lebih dari 5 bulan tidak ada penyelesaiannya atau tidak ada perhatian sama sekali dari pihak pengembang Jalan Tol Manado – Bitung”, bebernya.


Tidak hanya itu, dia bersama keluarganya sekarang ini sudah tidak tinggal lagi dirumah Wangurer karena takut.

Sejak bulan Juli 2019 saya dan anak – anak serta cucu tidak lagi tinggal dirumah Wangurer Barat dan memilih menyewa kamar di Kelurahan Pakadoodan. Saya takut, jangan – jangan saat sedang tidur nyenyak tiba – tiba rumah saya roboh”, tuturnya dengan raut wajah takut.

Ketakutan Nini dan keluarga sangat beralasan, karena kondisi rumah mereka di Kelurahan Mamgurer Barat Lingkungan IV RT 19 sudah retak – retak bahkan fondasi bangunan sudah bergeser.

Baca Juga  Presiden Jokowi Pimpin Upacara Pemakaman Presiden RI Ke 3 B.J. Habibie

Dia pun berharap Pemerintah Provinsi, Wakil Rakyat di DPRD Sulawesi Utara dan pemerintah Kota serta DPRD Bitung dapat melihat permasalahan yang dihadapinya ini.

(Visited 57 times, 1 visits today)

Komentar