Jan Wilem Garand Polii : Sebut Penghargaan Pena Emas kepada Gubernur Sulut

Sulut Times, Jakarta : Gubernur prof DR Olly Dondokambey Tokoh Politik Nasional dari PDI-P adalah sosok pribadi yang sangat dekat dan selalu memberikan waktu untuk melayani wartawan, apa itu dirumah, dikebun, dikantor atau dijalan saat wartawan mencegat. Ada juga mengundang wartawan untuk berdiskusi.

Prof Olly selalu mengatakan kepada para wartawan, beritanya jangan puji puji terus. Harus juga mengkritisi kinerja gubernur wakil gubernur dan semua kepala daerah.

Pers harus mengkontrol dan ikut mengawasi serta mengawali pembangunan di daerah.

“Kalau ada yang salah, harus dikritisi.

Dan kritik itu kritik membangun. Wartawan harus ikut memberikan solusi masukan dalam rangka kemajuan daerah. Kalau selalu puji, lama kelamaan kepala daerah bisa terlena. Jadi saya butuh teman teman media mengontrol mengawasi dan menegur saya kalau ada kebijakan gubernur atau kebijakan pemerintah daerah yang salah,”
Kedekatan bersama wartawan mana,  penghujung diakhir Tahun 2023,kita Bangga dan Katakan Hebat Pak Gubernur menerima penghargaan Pena Emas.

Pena emas, atau Lambang atau Anugerah tertinggi pertama (award) itu, akan disematkan langsung Ketua  PWI  Pusat

kepada Prof Dr (HC) Olly Dondokambey di Hotel Borobudur, Kambis 7 Desember  sekitar pukul 09.00 WIB.

Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun mengatakan,  PWI Pusat memberikan Penghargaan Pena Emas karena jasa jasa Prof Olly Dondokambey dalam kemajuan daerah dan bangsa.

“Berkat jasa jasa Prof Olly Dondokambey, saat ini Sulawesi Utara sudah mengalami kemajuan yang luar biasa. Bukan hanya Sulut, tapi Indonesia Timur juga merasakan kemajuan pesat. Prof Olly telah membuat Sulut sebagai pusat pertumbuhan baru  di kawasan Timur.  Semua daerah tetangga ikut maju mengikuti kemajuan Sulut,” ujar  Ketua Umum PWI Pusat Hendry Ch Bangun didampingi  Ketua  PWI Sulut Vouke Lontaan .

Kenapa daerah tetangga ikutan maju? Karena jasa perjuangan Gubernur Prof Olly Dondokambey, dengan menjadikan Sulut sebagai pintu gerbang Indonesia dari dan ke Asia Pasifik.  Dampak dari Sulut pintu gerbang, membuat daerah lain di kawasan Timur Indonesia bisa melakukan ekspor langsung komiditinya ke negara negara di kawasan Asia.

Seperti Provinsi Maluku Utara, Papua Barat, Maluku, Sulawesi Tengah, Gorontalo, yang saat ini bisa ekspor langsung ikan tuna dan komoditi andalan lainnya ke Jepang, China, dan negara negara maju lain di kawasan Asia Pasifik lewat bandara internasional Sam Ratulangi Manado. Sebelumnya mereka ekspor harus lewat Jakarta, yang membuat biayanya jadi mahal dan ikannya sampai di negara tujuan sudah rusak karena terlalu lama di perjalanan. Kalau lewat Sulut, hanya 3 jam sudah sampai di negara tujuan” terang Olly.

Saat ini media di Sulut mencapai ratusan perusahaan pers dari yang kecil, menengah, sampai perusahaan pers yang besar. Walaupun tidak secara langsung, tetapi lewat Dinas Komunikasi dan Informasi, semuanya mendapat support. Bukan sedikit, ada ratusan bahkan ribuan orang yang hidup di dalam industri pers tersebut. Baik wartawan maupun keluarga wartawan.

“Tetapi Prof Olly Dondokambey tetap mengedepankan dan menjunjung tinggi kebebasan pers. Sebab kebebasan pers juga bagian dari perjuangan PDI Perjuangan sebagai partai reformis dalam menjaga sistim demokrasi negara ini. Dan Prof Olly merupakan petinggi atau orang nomor tiga di dalam partai demokratis tersebut. Sehingga semangat itu membuat Gubernur Prof Olly Dondokambey menjunjung tinggi kebebasan pers.

Keseharian Sosok Gubernur, yang sangat murah senyum dan dekat dengan rakyat, berselfi bersama yang minta foto dan diterima foto dengan Prof DR Olly Dondokambey sebagai kenangan .

Banyak selamat Pak Gubernur
Hebat, PWI pusat dan Sahabat Voke Lontaan” ucap Jan Polii ke media ini.

(jack Latjandu/St).

(Visited 41 times, 1 visits today)

Komentar